Sukses

Fashion

Hot Designer: Jacquemus, Mendesain Koleksi dengan Semangat Keceriaan Anak-Anak

Jakarta Masih ingat dengan trend street style controversial tahun lalu yang masih sangat populer sampai sekarang? Pakaian yang dimodifikasi ulang dengan gaya edgy chic. Beberapa brand ternama dunia, salah satunya Jacquemus menghadirkan pilihan pakaian macam ini yang booming dan jadi favorit fashionista dunia.

Brand Jacquemus didirikan oleh Simon Porte Jacquemus sejak tahun 2009. Simon berasal dari Mallemort, di bagian selatan Prancis. Ia pindah ke Paris sejak saat berumur 18 tahun, lalu sebulan setelah kepindahannya Porte Jacquemus yang sedang melakukan studi di ESMOD ditinggalkan oleh sang ibunda untuk selamanya. Ia pun akhirnya meninggalkan bangku pendidikan dan bekerja sebentar untuk Citizen K. Resmi meluncurkan brand-nya yang diberi nama Jacquemus (diambil dari nama panggilan ibunda) saat berumur 19 tahun, ia terus mengembangkan brandnya ini ia sambil bekerja di  retail untuk Comme des Garçons.

Ibarat pribahasa ‘sambil menyelam, minum air’ hal yang sama juga dilakukan oleh Porte Jacquemus. Ia mulai mengembangkan keterampilannya dalam merancang pakaian sambil bekerja di retail dan akhirnya pada tahun 2012 ia pun menjadi salah satu desainer termuda yang memamerkan koleksinya dalam jadwal resmi Paris Fashion Week.

Sebagian Rancangan Favorit para Bintang Street Style

Mendeskripsikan dirinya dalam tiga kata “senang, bahagia dan tidak sabaran” membuat desainer muda satu ini jadi runner-up untuk kompetisi LVMH prize pada tahun 2015. Ia memenangkan hadiah uang sebesar €150,000 untuk kategori spesial pilihan juri. Pribadinya yang bahagia, bahkan menurut sebagian orang agak mirip anak-anak, mungkin jadi ciri khas (DNA) desainnya yang beda dari desainer lainnya. Potongan berbeda yang digabungkan dengan detail cut-out sampai teknik pita yang diikat menciptakan volume baru, menjadi item andalan untuk para fashion icon sampai bintang street style. Selalu ada semangat kebebasan di runway dan koleksinya, termasuk sebebas dirinya untuk menghadirkan model-model telanjang.

Porte Jacquemus juga tahu bagaimana membuat brandnya ini dikenal dan lebih terkenal lagi. Dengan harga jual yang tidak terlalu mahal dari brand muda lainnya, ia sudah terhubung dengan lebih dari 100 stokist di seluruh dunia termasuk global e-commerce ternama seperti net-a-porter dan departemen store besar Selfridges dan Nordstorm. Keuntungan untuk koleksi Autumn Winter 2016-nya mampu mencapai dua kali lipat dari season sebelumnya, menurut Business of Fashion. Tampilan websitenya pun sangat menarik dan artsy,  kami yakin mampu membuat para pembelinya semakin semangat.

(Photo: jacquemus)

Jacquemus Fall Winter 2016

 

Jacquemus Spring Summer 2017

Loading
Artikel Selanjutnya
Pandangan Baru akan Subjektivitas Menjadi Konsep dari Gucci di Milan Fashion Week
Artikel Selanjutnya
Gaun Bernuansa Biru Mendominasi Emmy Awards 2019