Sukses

Fashion

Gucci Resort 2018, Inspirasi Abad Renaisans yang Lebih Modern dan Funky

Jakarta Memboyong para undangan ke dalam istana megah berumur setengah milenium lebih, Gucci spared no expense. Menggabungkan menswear dan womenswear, design team Gucci yang dikepalai oleh Alessandro Michele kembali membuat takjub dengan total 115 looks, mulai dari polo shirt sampai gaun malam, yang dipamerkan di fashion show di tengah kota Firenze, Italia, di dalam kastil Palazzo Pitti, kastil tua bergaya renaisans yang baru direstorasi dengan bantuan dana dari Gucci sendiri.

Setelah gagal memakai Pantheon di Athena sebagai lokasi shownya dan sudah menggunakan Westminster Abbey di cruise show sebelumnya, Alessandro pun memilih Palazzo Pitti untuk menampilkan inspirasi Renaisans-nya. Sebelumnya memilih Yunani untuk menekankan inspirasi berupa awal mula peradaban modern, ia pun “meloncati” waktu menuju era selanjutnya, Renaisans, and the result isn’t shabby at all.

Para tamu undangan yang meliputi Beth Ditto, sahabat sang desainer, Jared Leto, Elton John, Kirsten Dunst, dan Dakota Johnsons pun berdatangan. Sebagian mengagumi interior kastil yang dipenuhi karya maestro seni rupa seperti Botticelli dan sebagian mengagumi puisi Lorenzo de’ Medici yang tertera di kursi masing-masing, bersama dengan topi monogram Gucci dengan detail embroidery dan nama para tamu undangan.

Meminjam warisan sejarah Eropa era Renaisans seperti criss-cross detailing, korset, puffer sleeves, dan detail-detail mewah lainnya, inspirasi ini digabungkan dengan siluet-siluet khas 60-an dan 70-an yang sama-sama “excessive” dan detail jenaka a la Alessandro. Hasilnya, detail drapery dan pita yang diolah dalam detail grafis 2-D, opulent embroidery, quilted satin, gaun malam melambai berwarna emas dan hot pink, nerdy mod look, dan mixing of high and low culture seperti monogram yang terlihat mencolok memenuhi Palazzo Pitti. Tampilan dramatis pun dilengkapi dengan make-up look yang tidak kalah seru. Bleached brows, glossy skin, dan barely there make-up dilengkapi dengan mutiara di bagian alis, rambut, dan hair pieces nyentrik seperti harpa kecil. There’s something for everyone! More is more.

 

Alessandro yang terkenal sering menggabungkan trend masal dengan high fashion dan historical culture mengulangi kesuksesannya di beberapa musim lalu saat berkolaborasi dengan Gucci Ghost. Setelah menggunakan graffiti dan slogan “REAL GUCCI”, kali ini Alessandro menampilkan tulisan kitschy seperti “Guccify” dan “Guccification” di t-shirt putih dan “Guccy” di atasan beraksen payet. Dikabarkan juga, Alessandro mengambil inspirasi dari tailor hip hop terkenal, Dan Dapper, yang sama-sama senang menggabungkan high and low culture dalam bentuk monogram puffer sleeve. Slogan-slogan nyentrik dan aksesori quirky seperti hosiery dan fanny pack bermonogram, eyewear neon, dan buckled footwear, Gucci is set to be selling like hotcakes next season!

Dikenal sebagai koleksi “pemutar uang”, koleksi cruise pada umumnya didedikasikan untuk pakaian yang lebih wearable dan aksesori, begitu juga dengan koleksi ini. Walaupun dapat terlihat terlalu kompleks, koleksi kali ini sebetulnya, seperti koleksi Alessandro Michele biasanya, cukup wearable dan funky – Gucci di tangan Michele is definitely funky. Sebagian besar pieces merupakan elaborate pieces yang masih wearable dan dengan kepiawaian para stylist, are composed to look more editorial and complex. Pasalnya, Alessandro sendiri selalu mengaku bahwa dia bukanlah tipe desainer yang senang menggunakan inspirasi kompleks dan membuat “runway pieces”. Dia lebih senang mendesain pakaian tanpa makna berbelit-belit yang akan mengembangkan cerita bersama si pemakai.

 

This approach, admittedly, is successful. Terlihat dari presence dari image Gucci di bawah Alessandro yang semakin kuat dan konsisten, expect to see more of Mr. Michele’s quirky women (and men!) flooding the street, real soon.

teks: Owen Kumala

;
Loading