Sukses

Fashion

Deretan Cover yang Buktikan Vogue Ikut Menyerah Pada Kaum Millennials

Jakarta
 

A post shared by Zendaya (@zendaya) on

Mungkin itu pula sebabnya, beberapa tahun terakhir kita semakin sering melihat Kendall Jenner dan Gigi Hadid menghiasi halaman-halaman Vogue. Anna melihat figur-figur yang relevan di industri saat ini. Sosok yang berpotensi menjual eksemplar majalah cetak yang semakin terancam eksistensinya. Juga berpotensi menjadi konsumen dari iklan bernilai jutaan dollar di dalam Vogue sendiri, pastinya. Tak hanya cetak sebenarnya, karena traffic web dan interaksi media sosial juga sesuatu yang digerakkan oleh kelompok usia millennials ini. Patokan yang dipercaya oleh para pengiklan jaman sekarang.

Wintour memang selalu memulai trend selama memegang Vogue Amerika. Ia editor in chief pertama yang menghadirkan denim di sampul depan, juga yang pertama menampilkan wajah-wajah selebriti sebagai cover. Tak melulu model fashion yang mengaspirasi pembaca dengan karier dan gaya mereka. Dan meski langkahnya yang berani untuk menaruh Kim Kardashian, Kanye, Kendall diprotes jutaan orang, kalau memang itu meningkatkan penjualan dan membuat pengiklan senang – tak ada yang bisa menghentikannya.

 

 

A post shared by Kendall (@kendalljenner) on

Kendall Jenner sendiri secara khusus berbicara, atau dianggap mampu menarik generasi millennials untuk menjadi target umur baru Vogue. Seiring dengan langkah banyak fashion house mengincar generasi ini – seperti kolaborasi Gigi Hadid dengan Tommy Hilfiger, Coach bersama deretan muse mudanya, atau Dolce and Gabbana yang beberapa musim terakhir mendedikasikan runway yang isinya adalah bintang-bintang media sosial. It’s what’s relevant now. They are the new consumers.

Sebelum Kendall bahkan ada Taylor Swift. Penyanyi yang juga memiliki fans muda lebih banyak rasanya, ketimbang yang berusia dewasa. Taylor tercatat sudah beberapa kali menjadi wajah sampul Vogue. Kalau Taylor masih menjadi penyanyi country, hadir di sampul Vogue rasanya susah menjadi kenyataan. But then she crossed over to pop genre, punya sederet album sukses, kisah cinta yang penuh drama dengan beberapa laki-laki terkenal - semacam resep bagus untuk diulas di sebuah majalah yang tak hanya fokus pada fashion tapi juga penanda zaman.

 

A post shared by Elle Fanning (@ellefanning) on

 

Milllennials covers Vogue kemudian berlanjut dengan Selena Gomez (yang kini menjadi duta coach), Elle Fanning, dan terakhir Zendaya. Nama-nama yang mungkin jauh dari bayangan untuk tampil sebagai sampul sebuah majalah fashion ikonik, sebesar Vogue. But, there you go, Wintour membuktikan bahwa Vogue pun ingin beradaptasi dengan perubahan zaman. Dan cukup memperlihatkan kemampuan tak terbantahkan Wintour bersama Vogue menjadikan/ mengubah siapapun menjadi fashionista (aktris nominasi Oscar, Ruth Negga misalnya – out of nowhere, lalu kemudian hadir di red carpet dengan gaya terbaik).

 

A post shared by Taylor Swift (@taylorswift) on

 

Apa yang dibutuhkan seorang millennials untuk menjadi sampul sebuah majalah fashion teratas seperti Vogue? Selena cukup membuat berita dengan kisah cintanya bersama Bieber, lalu menjadi selebriti dengan pengikut terbanyak di Instagram, Kendall boleh saja meraih likes terbanyak tapi ia juga punya karier fashion yang fenomenal, Elle Fanning dengan sisi fashionista dan film-filmnya yang sukses, Zendaya? Mungkin dengan gayanya yang semakin keren (bayangkan apa perasaan para komentator di program Fashion Police melihatnya sekarang), sibuk jadi front row di fashion week, termasuk terbang ke Brazil untuk Louis Vuitton, punya film terbaru yang siap menggoncang box office, juga aktifnya dirinya meningkatkan awareness publik pada kehidupan orang kulit hitam – di era Trump yang ditakutkan akan semakin alami tekanan.

 

A post shared by Selena Gomez (@selenagomez) on

;
Loading