Sukses

Fashion

LEKAT Kenalkan Tenun Baduy ke Publik Malaysia di World Fashion Week

 

Tenun Baduy adalah salah satu wastra nusantara yang meski pelan, tapi popularitasnya terus meningkat. Belum banyak yang mengolahnya secara konsisten menjadi bagian dari koleksi fashion modern, jadi saat ada yang mengolah akan terlihat begitu unik. Brand fashion LEKAT adalah satu yang menjadikan tenun Baduy sebagai pusat juga sumber kreativitas setiap koleksinya. Berdiri 4 tahun lalu, brand ini digawangi oleh Amanda Indah Lestari sebagai creative director-nya.

Lulusan jurusan DKV ini nampak mengarahkan koleksi-koleksinya dengan semangat nomad (petualang yang selalu berpindah tempat), napas tribal, dan tabrak warna yang begitu kontrasnya sehingga menciptakan mood retro. Dari celana, blazer, rok, gaun malam pun ada. Mengejutkan. “Semakin ke sini, publik memberikan respon yang bagus untuk apa yang kita lakukan. Kesadaran orang akan potensi tenun Baduy dalam sebuah koleksi fashion juga makin luas,” cerita Amanda yang biasa dipanggil Mandy ini.

FIMELA berangkat bersama LEKAT ke event World Fashion Week yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan lalu. Bersama sederet brand dari setidaknya 40 negara lain, LEKAT boleh dibilang memperkenalkan ke publik global akan eksistensi tenun Baduy (juga potensi kain-kain Indonesia yang sangat kaya). Di lain sisi, LEKAT juga memperkenalkan bagaimana designer Indonesia memperlakukan sebuah runway show.

Beberapa fotografer di ujung runway cukup terkejut dengan tempo show LEKAT yang lambat, termasuk pilihan lagu untuk show yang mereka anggap juga sangat moody. Banyak di antaranya berasal dari film Quentin Tarantino yang bertema Western. Semacam menyempurnakan tema besar nomad di koleksi ini. Sangat berbeda dengan apa yang banyak brand luar negeri di event itu lakukan.

Untuk show di World Fashion Week itu, LEKAT menghadirkan koleksi fall winter 2017, dan sedikit tambahan looks yang memang sengaja dibuat untuk acara tersebut. Lepas dari show ini, LEKAT sudah punya jadwal yang sibuk.

Mulai 14 September mereka akan membuka pop up store di Plaza Indonesia. Lalu bersiap untuk menjadi bagian trade show di Paris Fashion Week (sebelumnya mereka ke London mengikuti event fashion scout di London Fashion Week). Komitmen yang tak main-main untuk meningkatkan awareness, bukan hanya untuk brand, tapi juga material yang mereka pakai. Honestly saying, LEKAT tidak terlihat sebagai brand yang mengejar citra refine atau luxury. Yang memakai LEKAT memiliki jiwa berbeda, ingin sesuatu yang berbeda di apa yang mereka pakai. Dan di luar negeri, DNA brand muda ini kami prediksi akan lebih diapresiasi.

;
Loading