Sukses

Fashion

Vogue Putuskan Kerjasama dengan Mario Testino Menyusul Tuduhan Pelecehan Seksual

Jakarta Beberapa pekan lalu, nama fotografer fashion kenamaan Bruce Weber santer dikabarkan telah melakukan pelecehan seksual atas belasan model. Dan akhir pekan ini, kabar itu ditegaskan lewat pemberitaan New York Times. Yang mengejutkan, pemberitaan itu juga mengikutsertakan nama Mario Testino sebagai fotografer fashion lain yang ikut melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa model laki-laki.

Bila sebelumnya, pelecehan seksual di industri hiburan – dalam hal ini Hollywood – menjadi headline di mana-mana, kali ini industri fashion (yang juga bagian dari industri hiburan itu sendiri) menjadi topik. And we have to say, cukup membuat mengelus dada mengetahui Mario Testino sebagai salah satu nama yang disebut sebagai pelaku.

Mario Testino adalah fotografer kenamaan yang karyanya boleh dibilang bertaburan di Vogue dan majalah-majalah lain yang diterbitkan oleh Conde Nast. Dia adalah kontributor favorit. Bahkan sampul Vogue edisi Februari 2018, menampikan petenis Serena Williams dan buah hatinya, diabadikan oleh fotografer asal Peru ini. Tuduhan atas Mario berasal dari 13 orang, sebagian model, sebagian bekas anggota timnya.

Bruce Weber, lewat pengacaranya menyangkal tuduhan itu. Pengacara Mario Testino menyampaikan bahwa sumber tuduhan atas kliennya tak terpercaya. Keduanya juga terkejut mereka mendapat tuduhan itu.

Merespon kejadian ini, Anna Wintour menyampaikan penyesalannya dan menegaskan bahwa Conde Nast, dimana ia tak hanya berperan sebagai editor in chief untuk Vogue tapi juga Artistic Director di group penerbitan itu secara keseluruhan, tidak mentolerir segala bentuk pelecehan di tempat kerja dan akan memutuskan hubungan kerja dengan Mario Testino (meski Anna dan Mario punya hubungan dekat sebagai teman) juga Bruce Weber – sampai waktu yang tak bisa ditentukan.

Lewat rilis resminya, Wintour mengaku kabar pelecehan ini susah ia percaya secara pribadi. Dan dengan dukungan Vogue selama ini terhadap gerakan untuk melawan dan mencegah pelecehan seksual, ia harus bersikap tegas. Meski tertuduh adalah teman dekatnya sendiri.

Bersamaan dengan itu, Anna menyampaikan kode etik baru Conde Nast terkait dengan pekerjaan, demi tercipta interaksi profesional yang aman juga positif. Kode etik itu antara lain: semua model yang bekerja harus berusia di atas 18 tahun, kecuali bila mereka ditampilkan sebagai profil, berita atau sejenisnya, dan wajib ditemani oleh pendamping dewasa. Alkohol dan narkotika dilarang di tempat kerja, dalam hal ini lokasi pemotretan. Semua fotografer tak bisa menggunakan properti Conde Nast untuk pekerjaan yang bukan dibiayai oleh perusahaan. Semua pemotretan yang melibatkan tema dewasa, baik itu pakaian tipis, alkohol, obat-obatan, ketelanjangan, sampai pose-pose yang terlalu provokatif harus melalui persetujuan model yang bekerja lebih dahulu.

;
Loading