Sukses

Fashion

Rangkul Semua Wilayah, Indonesia Fashion Chamber Lantik 25 Anggota Baru di Jawa Timur

Jakarta Menutup akhir Januari lalu, Indonesian Fashion Chamber (IFC), perserikatan desainer tanah air yang sudah berdiri sejak tahun 2015 ini menggelar rangkaian acara tahunan sekaligus melantik 25 desainer yang baru bergabung. IFC sendiri memiliki lebih dari 200 anggota yang tersebar di 12 chapter (wilayah) di seluruh Indonesia.

January Board Meeting (JBM) 2018 yang diadakan di Malang oleh IFC mengagendakan pelantikan 25 desainer baru dalam show inagurasi yang diselenggarakan di Ballroom HARRIS Hotel & Convention Malang selama 2 hari. Masing-masing desainer baru ini menampilkan  karya terbaiknya dalam satu runway. Hari pertama, 25 desainer yang baru bergabung sukses membuat para pecinta fashion Malang duduk setia selama 2 jam penuh menyaksikan karya terbaiknya. FIMELA mendapati dua desainer Jakarta yang lumayan sudah dikenal Ichwan Thoha dan Novita Yunus dengan desainnya yang khas. Terlihat jelas dalam koleksi-koleksi yang dibawakan oleh ke-25 desainer baru ini, siluet fresh yang stylish dalam dominasi kain-kain nusantara dengan gaya kasual sampai fashion hijab yang trendy.

Sebagai salah satu rangkaian JBM 2018, hari kedua dibuka dengan peresmian Malang Fashion Trend 2018 yang juga didukung penuh oleh Dinas Perindustrian Kota Malang dengan hadirkan Malang Fashion Design Competition yang menghadirkan desainer muda yang berani menampilkan karya-karyanya yang khas. Kejutan dari Malang Fashion Carnival dengan kostum ayam jago yang ekstravagan, sukses mencuri perhatian semua yang datang.

Rancangan yang trendy, edgy dan playful dihadirkan oleh para peserta lomba perancang dengan unsur-unsur trend fashion terkini. Potongan simetris, detail kerutan yang chic sampai gabungan gaya modifikasi yang indah dominasi rancangan desainer muda asal Malang ini. Setelah puas menyaksikan karya desainer muda Malang yang tak kalah indah dengan Jakarta, para founder dari IFC pun menjadi guest designer yang ikut menampilkan rancangannya dalam satu runway.  Lenny Agustin dengan koleksi bergaya psychedelic khas lewat olahan kain nusantara, lalu Ali Charisma, the rising star Bramanta Wijaja sampai Deden Siswanto dengan koleksi laki-laki bergaya tumpuk-tumpuk yang beraksen misterius. 

Event berkelas dan berskala besar ini membuktikan komitmen IFC sebagai sebuah institusi fashion untuk bersifat inclusive dalam keanggotaannya. Begitu banyak wilayah dalam cakupannya juga membuat industri fashion di tanah air berkesempatan untuk berdenyut dan berkembang bersama. Tak cuma di Jakarta, seperti pandangan kita selama ini. Pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi pun rasanya tak salah. Potensi kreatif dari wilayah ini tak perlu diragukan lagi. Banyak yang dinantikan dari IFC di masa mendatang pastinya.

(Photo: exclusive)