Sukses

Fashion

London Sampai Seoul, Sederet Desainer Sibuk Promosikan Industri Fashion Indonesia

Jakarta
 

A post shared by SOE Jakarta (@soe_jakarta) on

 

Seperti yang pernah FIMELA beritakan sebelumnya, industri fashion tanah air adalah subsektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan paling bagus dan kontribusi ekspor paling tinggi. Tidak heran, industri satu ini masih jadi satu dari tiga yang pengembangannya difokuskan BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) di tahun 2018.

Langkah serius dan pasti menjadikan industri fashion Indonesia terkenal lewat kreasi-kreasi desainernya cukup nyata terpampang beberapa bulan terakhir. Beberapa desainer dan label fashion tanah air berangkat ke luar negeri, mengikuti fashion week dan sejumlah trade show di kota pilihan mereka.

Selama London Fashion Week Fall Winter 2018, SOE Jakarta menunjukkan koleksi terbarunya di runway Fashion Scout. Fashion show ini ikut didukung oleh riasan dari LAKME Cosmetics. “Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan. London adalah kota yang istimewa buat saya. Apalagi bisa memperkenalkan craftmanship dan warisan budaya Indonesia,” jelas Creative Director SOE Jakarta, Monique Soeriaatmadja yang di koleksinya ini membawa batik dan tenun.

 

A post shared by LEKAT (@lekatdihati) on

 

A post shared by TOTON (@totonthelabel) on

 

Di Paris, Prancis selama Fashion Week, sejumlah desainer dan brand memperlihatkan koleksi terbaru mereka di beberapa show room dan trade show. Antara lain TOTON, LEKAT, Mel Ahyar First, Mazuki, Sean and Sheila, dan Wilsen Wilem. Di Instagram terlihat orang-orang Indonesia di Paris ini saling mendukung, agar karya-karya kreativitas anak bangsa bisa dikenal dan mendapat tempat di pasar Eropa yang memang ketat persaingannya.

 

 

A post shared by Jakarta Fashion Week (@jfwofficial) on

 

A post shared by Mel Ahyar First (@melahyarfirst) on

Juga didukung oleh BEKRAF, dan baru saja mengumumkan keberangkatan mereka untuk fashion show di luar ada Patrick Owen, IKYK, Bateeq, Batik Chic, dan KAMI. (sebelumnya dikenal dengan Kami Idea). Patrick Owen, IKYK akan show di Amazon Tokyo Fashion Week (fashion week nomor satu di Tokyo), Jepang. Sementara Bateeq dan KAMI. siap tunjukkan koleksi mereka di Fashion KODE 2018 di Seoul, Republik Korea.

Di koleksi yang baru bisa dilihat 23 Maret 2018 depan, Patrick Owen juga mengangkat warisan budaya Indonesia. Sebuah cinta baru bagi Patrick yang mengaku mendapat undangan khusus dari Amazon Tokyo Fashion Week. “Saya mengolah motif batik Parang, mengajak seniman urban Darbotz, menawarkan warna-warna lego dengan sentuhan tailoring,” papar Patrick saat jumpa pers mengenai keberangkatannya.

 

INOVATION is the key word for @patrickowenofficial fall winter 2018 that he will presented during Amazon Tokyo Fashion Week this next 23rd of March 2018. The collection is called Re: Mata which figuratively translated to the new ways of seeing things. In this sense, the designer’s modern interpretation of Indonesia’s heritage. Such an eclectic and vibrant mix of Batik Parang motifs, tailored, lego colors, even to macrame. Talking about colaborators, in this collection, @patrickowenofficial joined forces with @ubsgold to create specific collections for the show, @ltpro_official for the makeup, and the artist @darbotz for the motif details. This fashion show is supported by: @paperina_dwijaya @papermark.id @stevosgram @lvtrs @panoramatoursid @bekraf.go.id @allnipponairways_official #fimelafashion #fimelastyle #fimelashop #fimelainfo #shopping #shoppingguide #fashion #fashiongram #style #styleideas #styleinspo #stylegram #stylehack #trendupdate #editorspick #accessories #shoesaddict #shoes #shoeslover

A post shared by fimeladotcom (@fimeladotcom) on

 

“BEKRAF sangat mendukung setiap desainer atau brand yang ingin memperkenalkan karya-karya mereka ke luar negeri. Tentu saja harus melalui seleksi, sehingga kita bisa mempertunjukkan benar-benar yang terbaik. Seperti kerjasama antara BEKRAF dengan Indonesia Fashion Forward selama ini. Terserah mau dari asosiasi fashion mana pun, asal mau mengikuti proses kita akan dukung,” jelas Joshua Simandjuntak, Deputi Pemasaran BEKRAF yang FIMELA jumpai beberapa waktu lalu.

Tentu keberangkatan para desainer ini diharapkan menjadi inspirasi sesama desainer, agar bukan hanya memicu kreativitas tapi juga meningkatkan kualitas produksi mereka. Agar nanti, industri fashion Indonesia benar-benar dikenal sebagai sumber atau gudangnya desainer berbakat, bukan konvensi (manufaktur).

Baca juga:

Sampai 2018, industri kreatif sumbangkan 1000 Triliun rupiah untuk pemasukan negara

Loading