Sukses

Fashion

Desainer Kate Spade Bunuh Diri, Surat Terakhir Merujuk Sang Suami

Fimela.com, Jakarta Dunia fashion kehilangan lagi salah satu sosok yang mewarnai dinamisnya industri ini secara global. Desainer Kate Spade meninggal di usia 55 tahun, di New York, dengan dugaan awal bunuh diri. Sebuah surat ditemukan di lokasi kematiannya.

 

Kate Spade meluncurkan brand-nya di tahun 90an bersama sang suami, dan membuat tas tangan berbahan nylon, berbentuk kota jadi sangat terkenal bahkan menjadi status simbol bagi perempuan-perempuan muda yang baru memulai karier profesional mereka. Kate Spade boleh dibilang menjadi pionir pada kategori affordable fashion, dengan desain penuh warna yang bersemangat muda.

 

Kate Spade meluncurkan koleksi tas saat industri fashion masih dipenuhi oleh brand-brand Eropa super mahal. Jadi, saat kita berpikir tentang fashion, pikiran hanya berhenti pada tas-tas Eropa itu. Ada sebuah periode di New York, di mana tas rancangannya terlihat di mana-mana, dipakai perempuan muda yang mencintai fashion tapi di harga yang sangat demokratis.

 

Kate Spade kemudian menjual brand yang menyandang atas namanya itu sepenuhnya di tahun 2006, dan membuat brand baru bernama Frances Valentine. Brand Kate Spade, tas, aksesori dan ready to wear, kini dimiliki sepenuhnya oleh grup Tapestry (Coach) di tahun 2017.

 

Di surat yang ditemukan, mendiang Kate Spade menulis bahwa kematiannya adalah ‘kesalahan sang suami.’ Sebuah misteri yang masih kita tunggu kebenarannya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Koleksi Terbaru Keds x Kate Spade Fokus dengan Kesan Feminin dan Optimis
Artikel Selanjutnya
Nuansa Mode Amerika Tergambar dalam Koleksi Musim Semi 2020 Michael Kors