Sukses

Fashion

Bandung Kembali Gelar Fashion Show Akbar dengan Menampilkan Koleksi 55 Desainer Tanah Air

Fimela.com, Jakarta Bandung yang dijuluki sebagai Paris van Java sangat identik dengan fashion. Lihatlah, beragam distro dan factory outlet menjamur di Kota Kreatif ini, meski semakin lama industri ini tampak semakin lesu. Guna memperkuat posisinya sebagai sentra belanja dan produksi fashion sekaligus memacu kreativitas pelaku industri fashion di Kota Kembang ini (yang sangat memungkinkan menjadikan Indonesia sebagai pusat trend fashion global), acara fashion 23 Fashion District kembali digelar tahun ini. 23 Fashion District merupakan perhelatan fashion terbesar pertama di Bandung hasil kerjasama 23 Paskal Shopping Center dengan asosiasi desainer dan pengusaha mode Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Ini adalah kali kedua digelarnya 23 Fashion District. Berlangsung di Main Atrium 23 Paskal Shopping Center selama 3 hari dari tanggal 7 hingga 9 September 2018, acara fashion tahunan ini menampilkan 55 desainer dari seluruh penjuru nusantara. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Forecast Your Future Fashion” dengan konsep Singularity, yang kemudian dipecah menjadi 4 sub-tema: Exuberant (permainan warna dengan unsur urban dan futuristik), Neo Medieval (romantisme abad pertengahan yang ditampilkan dalam palet netral), Svarga (tabrak corak yang mencerminkan keseimbangan), dan Cortex (inovasi material dalam bentuk siluet dan tekstur yang fleksibel dan dinamis).

Ali Charisma, National Chairman IFC mengungkapkan bahwa sudah menjadi hal umum bila kita menjadikan trend fashion luar negeri sebagai tolok ukur. Dengan adanya 23 Fashion District, juga acara fashion gelaran IFC lainnya, diharapkan desainer tanah air dapat menciptakan sendiri trend yang mudah diikuti pecinta fashion dalam negeri. In short, to make the trends more relatable. Ali juga menyebutkan, pemilihan 55 desainer yang tampil di 23 Fashion District pun dipertimbangkan pada minat pasar saat ini. Itulah mengapa, gaya yang dihadirkan bervariasi, antara lain avant garde, urban, muslim, dan evening wear.

 

Dari 55 desainer yang tampil, beberapa di antaranya adalah Danjyo Hiyoji, Bateeq, Lenny Agustin, Deden Siswanto, Wilsen Willim, Billy Tjong, dan Hannie Hananto. Semakin istimewa dengan turut sertanya siswa-siswa yang unjuk kebolehan dengan menampilkan hasil karya rancangannya. Yang ikut kali ini adalah Islamic Fashion Institute, Telkom University, Institut Teknologi Bandung, Institut Kesenian Jakarta, dan Universitas Kristen Maranatha. Ini merupakan dukungan 23 Fashion District terhadap generasi penerus di industri fashion dalam negeri.

Selain fashion show, 23 Fashion District 2018 juga menghadirkan beauty class bersama Viva Cosmetics dan pop up market dari sederet merk fashion desainer lokal ternama sehingga setelah melihat fashion show kita bisa langsung belanja di booth mereka – some designers offered ‘see now buy now’. There were so many designs and trends to see at 23 Fashion District. Warga Bandung, atau jika kebetulan sedang berada di Bandung, pastikan tidak melewatkan acara fashion terbesar ini tahun depan.