Sukses

Fashion

Bagaimana menjual produk di era sekarang, menurut Presiden Kreatif Global UNIQLO

Fimela.com, Jakarta Di tengah persaingan retail, rasanya semua produk di kategori fashion akan berlomba-lomba untuk memunculkan karakteristik unik mereka untuk dapat mencuri perhatian konsumen. Terlebih dengan adanya perputaran trend, di mana dengan mudah diamati setiap brand menerjemahkan trend yang berputar dengan cara masing-masing. Ini dapat kita lihat di kategori fast fashion.

Tapi, saat kita berbicara tentang UNIQLO, merek retail satu ini boleh dibilang berbeda. Lihat saja, saat toko-toko retail lain sibuk dengan warna warni dan detail meriah yang mencolok mata, UNIQLO tetap zen dengan karakter mereka. Sebanyak-banyaknya print di produk, mungkin yang kentara hanya pada deretan kaos-kaos kolaborasi dengan beberapa seniman ternama.

Menurut John C. Jay, President of Global Creative Fast Retailing Co. Ltd yang FIMELA jumpai di event The Art and Science of Lifewear akhir September lalu di Paris, UNIQLO mampu mendemonstrasikan bahwa pakaian-pakaian mereka punya pendekatan yang bagus bagi gaya hidup dan kesimambungan, tak hanya gaya. Sehingga LifeWear bukan lah jargon semata, tapi sebuah etos. UNIQLO sangat sukses mendemonstrasikan kisah LifeWear yang membuatnya selalu dalam ingatan dan dikenakan orang, meski terlihat tak mengikuti trend yang berputar.

Kreativitas yang diceritakan secara rasional, menurut John Jay kurang lebih adalah rahasia sukses UNIQLO selama ini. Di mana meski orang belum awam dengan merek asal Jepang ini, tapi kisah yang sukses diceritakan dapat membuat orang mempercayai sebuah produk bahkan sebelum mereka mencobanya. “Kreativitas menghasilkan deretan produk yang simple tapi cerdas, termasuk cerdas karena UNIQLO bisa membuatnya dengan harga terjangkau. Tak hanya membuatnya sangat diinginkan, tapi juga fungsional,” papar John Jay kemudian. Dari poin ini saja dapat disimpulkan, bisa saja sebuah pakaian terlihat keren tapi tak nyaman dipakai. Sebuah masalah klasik di era Instagram di mana foto-foto keren dengan mudahnya menarik minat pembeli.

 

Selalu ada inovasi di UNIQLO. “Entah itu better sourcing, sehingga kami dapat membuat gerakan lengan di pakaian jadi lebih luwes - yang mungkin tidak akan terlihat di foto kampanye biasa. Itu pun sebuah peningkatan. Tapi memang arahnya adalah semakin simple,” jelas John Jay lagi. “Pakaian-pakaian kami terlihat begitu sederhana, memang begitu. Biasanya yang memakai UNIQLO tidak ingin mengexpose kepribadian mereka, justru mereka menjadikan pakaian sebagai bagian jati diri,” tambah John Jay.

Semua yang lebih sederhana, terasa semakin baik (tentu siapa yang tidak menginginkan pakaian yang makin nyaman dengan gerak lebih leluasa?), yang promonya dijelaskan dengan cara cerdas. Ada ikatan emosional yang terbangun dari elemen-elemen tadi. Ikatan emosional yang membuat semua orang, pasti punya sesuatu dari UNIQLO di lemari pakaian atau pun sesuatu yang mereka pakai tiap hari.

Loading
Artikel Selanjutnya
Koleksi Busana Inggris Klasik ala Tartan Kekinian Uniqlo x JW Anderson
Artikel Selanjutnya
Pencinta Sailor Moon, Jangan Lewatkan T-Shirt Edisi Spesial Ini