Sukses

Fashion

Selain Cheongsam, Ini Beberapa Pakaian Khas Tahun Baru Imlek yang Wajib Kamu Tahu

Fimela.com, Jakarta Seperti Lebaran, masyarakat China juga memiliki tradisi mengenakan pakaian baru untuk merayakan tahun baru Imlek. Pakaian tersebut biasanya sebagai simbol keindahan.

Selain sebagai keindahan, pakaian baru khususnya para pemuda, dilambangakan untuk memberi penghormatan kepada para tetua. Bahkan, pakaian baru juga dipercaya menguntungkan dan dapat melindungi pemakainya dari roh jahat.

Pakaian baru ini bisa dibeli sendiri, namun seringkali, pakaian baru juga diberikan sebagai hadiah dari keluarga. Sebenarnya tidak ada persyaratan khusus untuk jenis pakaian baru yang dibeli.

Di China kuno khususnya, orang akan mengikuti tren mode pada saat itu. Tetapi jika ingin memiliki pakaian yang lebih tradisional, ada beberapa gaya yang dapat sahabat Fimela pilih. Sebagian besar pakaian tradisional yang masih populer saat ini berasal dari dinasti Qing. Berikut daftar beberapa pakaian khas Imlek, dilansir Fimela dari chinesenewyear.net.

1. Tang Suit

Tang Suit atau setelan Tang adalah pakaian yang berasal dari dinasti Tang. Saat ini, kita menyebutnya jaket tradisional China, yang menggabungkan model jaket berkuda Man (dinasti Qing) dan jas khas Barat.

Jika penggemar seni bela diri Tiongkok, sahabat Fimela mungkin pernah melihat pakaian jenis ini di film karena Jackie Chan suka memakainya.

Sedangkan untuk perempuan, jenis Tang Zhuang akan lebih populer. Pakaian ini memiliki kerah terbalik dan lurus. Setelan ini menampilkan simpul tradisional China (frog) Bahannya biasanya berasal dari brokat, kain mewah di zaman China kuno.

Sebagian besar pakaian Tang saat ini sudah dimodifikasi dan dirancang khusus. Banyak yang disertai dengan simbol keberuntungan dan sulaman di pakaiannya.

 

2. Qipao

Qipao memasuki budaya China sebagai arus utama selama dinasti Qing. Tetapi gaya modern yang kita kenal sekarang sangat berbeda dari bagaimana aslinya. Pakaian ini awalnya dibuat sebagai pakaian konservatif dengan potongan lurus dan longgar. Desain yang rumit disulam di dalam kain. Saat penjajahan, qipao menjadi mulai kebarat-baratan.

Saat ini, qipao berpotongan sangat ketat (disarankan dibuat sebagai gaun yang dibuat khusus). Bukaannya bahkan bisa setinggi paha. Meski sudah bergaya modern, qipao masih mempertahankan kerah lurus yang kaku dan simpul tradisional China (frog) dengan desain sulaman yang populer, termasuk bunga, burung, dan burung phoenix.

3. Cheongsam

Istilah cheongsam biasanya digunakan oleh orang Barat untuk merujuk pada qipao perempuan. Namun, secara harfiah ini berarti baju atau baju panjang dengan potongan longgar.

Ini adalah versi modifikasi dari pakaian dinasti Qing dan pakaian formal selama tahun 1900-an. Potongan kerah samping melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Panjang cheongsam juga menunjukkan status, karena pakaian yang lebih panjang tidak diperuntukan bagi mereka yang melakukan pekerjaan fisik. Di era Republik, itu adalah pakaian para sarjana berpendidikan.

4. Hanfu

Hanfu diterjemahkan secara harfiah menjadi pakaian etnis Han. Ini mencakup pakaian tradisional hingga dinasti Qing. Pakaian ini terlalu banyak jenis dan variasi untuk dihitung.

Umumnya, pakaian Hanfu termasuk kemeja dan rok. Bajunya memiliki kerah silang dan lengan yang panjang dan lebar. Begitu pula dengan roknya, panjang dan kadang-kadang mulai di atas dada. Desain Hanfu Dinasti Tang mempengaruhi kimono Jepang, sedangkan dinasti Ming memengaruhi Hanbok Korea.

 

 

 

 

Loading