Sukses

Fashion

Kolaborasi, Kata Kunci Tingkat Pertumbuhan Industri Fashion Indonesia

Fimela.com, Jakarta Dari 16 subsektor industri kreatif yang dinaungi oleh Pemerintah melalui Berkraf, terdapat tujuh subsektor industri yang menjadi prioritas untuk menembus pasar global, yaitu kuliner, fashion, kriya, game, film, musik, dan penerbitan.

Fashion di Indonesia pun telah memiliki dampak kontribusi ekonomi yang terus mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. Kolaborasi pun menjadi kata kunci untuk membuat pertumbuhan fashion dalam perekonomian di Indonesia semakin meningkat.

Kolaborasi tersebut bisa dilakukan secara optimal antara pemerintah, perusahaan garmen, pelaku fashion, serta berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan industri tersebut.

Sadar akan potensi yang besar tersebut, Cotton Council International (CCI) melalui merek dagang Cotton USA kembali mengadakan Cotton USA Networking 2019. Menurut Dr. Andy Do, CCI Representative di Indonesia, sejak tiga tahun yang lalu, CCI mulai lebih aktif untuk berpartisipasi dalam menumbuhkan geliat industri fashion di Indonesia.

“Melalui berbagai kolaborasi, sekaligus mengampanyekan lisensi Cotton USA di Indonesia, kami semakin yakin dari waktu ke waktu, pertumbuhan industri fashion di Indonesia akan menuju tren yang positif," terang Andy Do dalam siaran Cotton USA Networking 2019.

Dengan adanya pertemuan yang secara rutin diinisiasi oleh Cotton USA ini, Andy meyakini bahwa akan menjadi salah satu kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri tekstil dan fashion di Indonesia.

“Dengan semakin banyaknya elemen yang terlibat dalam Cotton USA Networking 2019, akan semakin banyak masukan positif yang akan berkontribusi bagi keberlangsungan industri ini. Selain itu, kolaborasi ini juga kami yakini akan memberikan dampak yang nyata bagi para pelaku industri, serta perekonomian di Indonesia," tambah Andy.

Dikreasikan oleh desainer lokal

Andy juga menyampaikan bahwa pada Cotton USA Networking 2019 ini, terdapat sembilan perusahaan garmen asal Indonesia dan satu perusahaan garmen asal Jepang yang memberikan bahan katun asal AS kepada 15 Desainer asal Indonesia untuk membuat kreasi busana yang ditampilkan dalam gelaran Cotton USA Networking 2019.

“Beberapa perusahaan yang memberikan kain dengan bahan kapas AS di antaranya adalah Apacinti, Kusumahadi, Tyfountex, Visionland, Dan Liris, Grandtex, Lucky Print Abadi, Argo Pantes, Ocean Asia Industry,"ucapnya.

Bahan tersebut akan dikreasikan oleh beberapa desainer lokal asal Indonesia, di antaranya adalah AKSU, Den Inc, Reves Studio, Rani Hatta, IKYK, KAMI, ETU, JII, Batik Chic, Grand Denim, Eri, Jenahara, Ats The Label, Alexalexa, serta Salt n Pepper.

“Cotton USA Networking 2019 menjadi salah satu bukti bahwa Cotton USA selalu berkomitmen untuk mendampingi para pelaku industri fashion dalam memahami penggunaan teknologi terbaru, untuk membawakan peluang baru dan manfaat untuk industri tekstil Indonesia,” tutupnya

Loading
Artikel Selanjutnya
Penghargaan untuk Para Tokoh Fashion Indonesia Tutup Rangkaian JFFF 2019
Artikel Selanjutnya
Generasi Z Menjadi Inspirasi Koleksi Terbaru Danjyo Hiyoji