Sukses

Fashion

Dinilai Rasis, Nike Batal Rilis Air Max 1 Khusus Hari Kemerdekaan Amerika

ringkasan

  • Nike tidak jadi merilis Air Max 1 Quick Strike Fourth of July di Hari Kemerdekaan Amerika Serikat
  • Bendera yang digunakan Nike dalam koleksi Air Max 1 ini melambangkan perbudakan

Fimela.com, Jakarta Nike telah membatalkan perilisan sneakers Air Max 1 edisi khusus. Edisi sneakers yang dibatalkan merupakan sneakers yang dibuatkan khusus untuk Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada 4 Juli.

Batalnya perilisan Nike Air Max 1 edisi Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ini disebabkan oleh mantan gelandang NFL Colin Kaepernick yang menilai desain sneakers ini terlalu ofensif.

Sneakers ini sendiri menampilkan pewarnaan merah, putih dan biru. Kemudian dihadirkan versi awal dari bendera Amerika yang dirancang oleh Betsy Ross. Rancangan Betsy menampilkan 13 garis dan 13 bintang yang mewakili koloni asli Amerika Serikat.

 

Melambangkan perbudakaan di masa lalu

Colin Kaepernick menyampaikan kekhawatiran soal desain terbaru Air Max 1 yang baru dirilis secara online. Menurut The Wall Street Journal, Kaepernich mengatakan bahwa lambang bendera yang disematkan dalam rancangan sneakers itu terlalu ofensif karena memiliki hubungan dengan perbudakan.

Bendera yang tergambar di Air Max 1 dibuat pada 1792. Pada tahun tersebut perdagangan budak berkembang pusat dan anggota parlemen menyatakan bahwa mereka yang lahir dalam perbudakan akan budak seumur hidup. Sejak saat itu bendera tersebut telah dikooptasi oleh kelompok ekstremis dan dipandang sebagai simbol nasionalisme kulit putih.

Berdasarkan kejadian tersebut, Nike telah mengonfirmasi bahwa sneakers ini tidak akan rilis. Nike telah memilih untuk tidak merilis Air Max 1 Quick Strike Fourth of July karena menampilkan versi lama dari bendera Amerika Serikat.

#GrowFearless with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Kebutuhan dan Latar Belakang Perempuan dari Nike Air Force 1