Sukses

Fashion

Kembali dalam Napak Tilas Lewat Koleksi Amanda Hartanto Batik

ringkasan

  • Batik adalah warisan budaya yang memiliki makna.
  • Makna dalam batik terus dilalui, dihidupkan, dan disejahterakan hingga kini, menjadi napak tilas perjalanan masa lalu.
  • Hal ini tergambar dalam koleksi terbaru Amanda Hartanto Batik.

Fimela.com, Jakarta Batik merupakan kain wastra yang memiliki nilai dan makna yang dalam. Dibuat dengan penuh ketelitian, kain batik menjadi suatu kebanggaan saat digunakan. Dalam balutan kain batik, seseorang seperti terhanyut dan proses panjang pengerjaan hingga nilai-nilai dan sejarah masa lalu yang dituangkan lewat motifnya.

Kekayaan budaya Indonesia salah satunya terlihat dari motif-motif batik. Desainer tanah air Amanda Hartanto lewat labelnya Amanda Hartanto Batik (AHB) menghadirkan koleksi terbaru dengan eksplorasi terhadap kekayaan motif batik nusantara.  

Koleksi AHB ini bertajuk Napak Tilas: bekas jejak yang pernah dilalui. Sesuai dengan temanya, koleksi ini menggambarkan motif batik penuh kisah perjalanan dan sejarah masa lalu. Hal ini dikemas dalam desain dan look yang modern.

Seperti tradisi batik yang sudah ada sejak awal abad ke-19, jejaknya tidak hilang. Terus dilalui, dihidupkan, dan disejahterakan. Koleksi ‘Napak Tilas’ adalah kontribusi AHB untuk merayakan Hari Batik Nasional agar tradisi nusantara ini tetap terjaga dan tidak lekang oleh waktu.

 

Desain dan motif koleksi AHB

Koleksi ini menggunakan warna bold sebagai dasar. Motif batik yang didominasi bunga diberikan warna terang seperti pink biru, cokelat dan merah menghasilkan kontras yang menjadi satu kesatuan yang apik. 

Siluet desain dibuat modern dalam setelah jas dan rok, outer, hingga gaun. Look ini membuat tampilan batik tidak melulu terkesan tua. Padu padan batik dari AHB menghasilkan motif dan look yang modern menjadi napak tilas yang sarat makna.

 

Batik yang mengusung sustainable fashion

Mengusung konsep sustainable fashion yang ramah lingkungan, AHB mendaur ulang sisa-sisa bahan batik, menjadi aksen rumpun bunga payet yang bermekaran di setiap bajunya. Bersama dengan pembatik di Pekalongan, AHB juga turut serta dalam pengolahan limbah batik menjadi air bersih sehingga setiap koleksinya berkontribusi untuk memelihara lingkungan.

#GrowFearless with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Wujud Cinta untuk Negeri Lewat Batik
Artikel Selanjutnya
Intip 4 UKM Batik yang Ikut Melestarikan Warisan Budaya