Sukses

Fashion

Wastra dan Kain Perca, Medium Pesan Mendalam dari Oscar Lawalata dan Chitra Subyakto di JFW 2020

Fimela.com, Jakarta Bukan hanya sebagai peninggalan dan bagian dari budaya Indonesia, kain tidak sebatas bahan untuk menciptakan busana. Menutup malam pertama Jakarta Fashion Week (JFW) 2020, desainer Oscar Lawalata dan Chitra Subyakto lewat labelnya Sejauh Mata Memandang, bergandengan tangan menghadirkan sebuah fashion show PESONA Sisterhood Runway, pada Selasa (22/10) malam. 

Pagelaran busana yang juga digelar dalam rangka merayakan persahabatan bagi komunitas PESONA.CO.ID ini memamerkan koleksi kain yang penuh akan pesan mendalam. Dibuka oleh serangkaian koleksi Sejauh Mata Memandang yang bertajuk 'Daur,' seluruh orang yang hadir di ruang Tent di JFW malam itu terhanyut keindahan karya patch work, penggunaan kain daur ulang pada 24 koleksinya. 

Masih berkesinambungan dengan tema-tema koleksi sebelumnya, Chitra ingin meningkatkan kesadaran masyrakat luas akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Daur tercipta dari keresahan akan perubahan iklim dan keruasakan lingkungan yang masih terjadi secara luas di berbagai aspek kehidupan. 

"Dari narasi perubahan iklim, kami menggunakan kain salah warna (kain sisa) yang kemudian kami olah kembali. Karena bumi sudah darurat," kata Chitra pada saat konferensi pers menjelang show di Senayan City

Modifikasi Kebaya nan Kasual

Sebagian besar dari 24 total look ini terbuat dari bahan katun dengan bias warna marun, kunyit, indigo, hitam, dan putih. Daur menampilkan modifikasi kebaya dengan tampilan yang lebih santai dan kasual. Terinspirasi dai kebaya panjang Sumatera, sebagian besar koleksi Daur memodifikasi kebaya menjadi outer. 

Ada juga garis-garis menegaskan bentuk asimetris yang terinspirasi dari baju bodo. Menyampaikan pesannya soal bumi dan lingkungan, statement seperti tulisan Cinta Bumi, masker, kantong belanja, tas botol minum, dan tulisan krisi iklim, menolak punah, serta cinta laut nampak pada beberapa look yang ditampilkan. 

Aku dan Kain: Balutan Kontemporer kain Nusantara

Sementara itu, pada peragaan busana kali ini, Oscar mempersembahkan fashion show I am Indonesian the Future: Aku dan Kain. Menyampaikan kisah-kisah kain Nusantara yang begitu beragam dan indah, Oscar mengajak generasi muda Indonesia untuk beramai-ramai menjalankan misi budaya dan meneruskan kelangsungan kisah wastra Nusantara. 

Menggandeng para generasi muda Tanah Air, Aku dan Kain hadir sebagai upaya melestarikan budaya bangsa dengan menampilkan mitif dan corak kain dari seluruh daerah di Indonesia. Oscar yang biasanya lebih bergaya klasik, kali ini memberikan twist pada desain kain barunya dengan menyapukan aksen kontemporer. 

Sejak Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2019 lalu, Oscar sebenarnya sudah menggelar sebuah pameran dengan tajuk yang sama di Senayan City. Bukan hanya sekadar pameran kain tradisional, eksibisi ini juga berisikan visual dan narasi 100 pemuda inspiratif yang mengenakan 100 ragam kain dari seluruh daerah di Indonesia. 

#Growfearless with FIMELA

Fimela ingin mengajak kamu untuk lebih inspiratif dan positif dengan lewat berbagai kelas menarik di Fimela Fest 2019. Yuk, daftarkan dirimu di sini!

Loading