Sukses

Fashion

Keindahan Humbang Kriya dalam Koleksi Purana dan Windy Chandra di JFW 2020

Fimela.com, Jakarta Kabupaten Humbang Hasandutan, sebuah wilayah dengan keindahan kainnya namun belum cukup dikenal. Hingga akhirnya desainer Nonita Respati dalam brand Purana dan Windy Chandra menggunakan kain dari pengrajin daerah ini untuk dijadikan sebuah koleksi yang indah, bahkan menarik perhatian pecinta mode internasional.

Dalam gelaran mode Jakarta Fashion Week 2020, kelompok penggiat kain Humbang Kriya, binaan Rumah Kreatif Sinar Mas di Danau Toba, Sumatera Utara ini menampilkan koleksinya yang tertuang dalam karya dua desainer kenamaan tanah air. 

Mengusung konsep eco-fashion, hasil kain Humbang Kriya ini diterjemahkan dalam koleksi kolaborasi dengan Purana dan Windy Chandra bertajuk "Laboring LOVE, Weaving Hope". Semua kain dibuat dengan pewarna alami sebagai bentuk kepedulian terhadap fashion berkelanjutan.

"Purana selalu konsisten menggunakan pewarna alami, begitu juga dengan koleksi ini. Menariknya kain-kain yang digunakan sangat eksotik dan mudah dibuat busana ready to wear," kata Nonita Respati desainer Purana kepada Fimela, Kamis (24/10/2019).

Berbeda dengan Windy Chandra, ia mengungkapkan sangat tertantang saat mengeksplor kain Humbang Kriya ini. Pasalnya Windy yang identik dengan desainnya untuk wedding dan gaun pesta ini kesulitan dalam kuantitas material. Ia membutuhkan kain yang banyak untuk membuat gaun lebih glamor. Sementara kain nusantara memiliki panjang yang terbatas dan warna yang tidak bisa seragam secara keseluruhan.

"Awalnya ada tantangan dalam membuat koleksi ini. Kainnya panjangnya sekitar 2 meter masih kurang untuk dibuat gaun. Warnanya juga tidak persis sama karena buatan tangan. Tapi akhirnya bisa jadi koleksi yang indah, harapannya bisa dipakai hingga mancanegara," kata Windhy Chandra.

Koleksi ini menampilkan 34  look dari Purana dan 14 dari Windy Chandra. Semuanya dibuat dari beberapa jenis kain Humbang Kriya yaitu, shibori, batik, tenun songket, dan eco-print. Selain pewarna alami, Humbang Kriya menggunakan kain dengan material ramah lingkungan seperti katun, linen, dan sutra.

Sementara pewarna alami terbuat dari biji kopi, kulit jengkol, kayu meranti sisa pembuatan mebel, kulit kayu putih, daun jati, tanaman hisik-hisik, dan sanduduk atau gamak-gamak.

 

Koleksi Purana untuk Make Over

Pada runway JFW 2020, koleksi ini terlihat memukau dengan bintang utamanya kain Humbang eco-print. Daya tarik kain Humbang Ecoprint antara lain warnanya yang sedikit lebih kuat dan menyala daripada kain yang diwarnai dengan metode alami lainnya. Koleksi dari Purana terdiri dari blazer, outerwear, dress, sarong pants, hingga cigarette pants.

Items ini memakai rona earth colors seperti cokelat, palm green, kuning, kuning mustard, dan sedikit merah dari biji buah-buahan. Pemilihan warna ini sesuai dengan tema koleksi Purana yaitu Roots, yang artinya semua kembali ke akar yaitu alam.

 

Koleksi Windy Chandra untuk Make Over

Sementara Windy Chandra mengusung tema bertajuk "Midnight in Manhatan", yang menggambarkan keinginannya untuk kain tradisional bisa melenggang di industri mode internasional. Koleksi ini terdiri dari warna yang menggambarkan keglamoran seperti abu-abu, dusty purple, dusty yellow, dan soft pink.

"Membayangkan Humbang Kriya bisa dipakai di luar negeri, bisa dipadupadankan untuk koktail party, dinner, dan acara glamor lainnya," tutup Windy Chandra.

#GrowFearless with Fimela

 

Daftarkan dirimu di sini untuk mengikuti berbagai kelas inspiratif di FIMELA FEST 2019!

Loading
Artikel Selanjutnya
Humbang Kriya Sukses Membawa Eco Fashion di Pekan Mode JFW 2020
Artikel Selanjutnya
4 Kesatria Mode Indonesia Tutup Gelaran Jakarta Fashion Week 2020