Sukses

Fashion

Empati Alexander McQueen A/W 2020 untuk Isu Kompleks Perempuan

Fimela.com, Jakarta Di samping permasalahan lain, problem kompleks para perempuan masa kini kebanyakan berkaitan dengan dirinya sendiri. Hal itu menjadi isu global di antaranya penerimaan citra diri, self-love, sampai self-defense yang biasanya berujung pada kesehatan mental.

Dari dunia fashion, bentuk empati dan rasa cinta hadir Alexander McQueen lewat koleksi Autumn/Winter 2020 selama Paris Fashion Week. Koleksi busana yang ditampilkan diinisiasi sebagai surat cinta untuk para perempuan dan keluarga, kolega, dan teman.

Inspirasinya hadir saat desainer favorit Kate Middleton tersebut pergi ke Wales dan jatuh cinta dengan warisan artistik dan puitis, baik dari cerita rakyat dan nyawa dari kerajinannya sendiri. Hal itu menggiringnya menciptakan busana untuk perempuan yang memiliki keberanian dan jiwa heroik namun tetap membutuhkan proteksi, safety, dan kenyamanan.

Semua dielaborasi dan dipresentasikan dalam quilting dan blankets. Selain itu detail dan aksen berbentu love juga dapat ditemui dalam koleksi Alexander McQueen AW20 ini.

"The hearts are a symbol of togetherness, of being there for other," ujar Creative Director Alexander McQueen dalam release-nya.

 

Gaun dan Setelan

DNA tailoring McQueen memang jadi kekuatan dari jenama asal Inggris ini. Seperti setelan inventif dengan teknik quilt dalam motif figuratif merpati, macan, kumbang, sampai kuda yang didesain tambal sulam. Pola ini terinspirasi oleh selimut di Museum Nasional St Fagans, Amgueddfa Cymru, National Museum Wales.

Dikerjakan dengan jahit tangan lebih dari sepuluh tahun sejak 1842 yang dibuat oleh master tailor James Williams dari lebih dari 4.000 patch yang diambil dari flanel bekas dari jas, seragam militer yang menjadi catatan sejarah dari waktu ke waktu.

Ada juga gaun tulle dengan bordiran merah. Sulaman tersebut terinspirasi dari cerita rakyat Welsh dan traditional red work. Siluet ballgown hadir dengan potongan asimetris yang nyaman dan leluasa melangkah.

Jaket berpinggang ramping dan celana panjang lurus dengan satin duchesse merah. Warna terinspirasi oleh rumah pertanian Kennixton di Museum Sejarah Nasional St Fagans, Amgueddfa Cymru - National Museum Wales. Warna merah dianggap memiliki sifat penyembuhan magis dan kekuatan perlindungan.

Inklusivitas

Sepatu bot-celana setinggi paha dipasangkan dalam koleksi kali ini. Siluet ekstra sharp juga semakin maksimal dengan bot kulit berujung runcing di antara sepatu Chelsea.

Sementara perhiasan didominasi dengan tampilan bergaya punk dengan chokers, ear hooks, dan kalung serta cincin layer. Sementara koleksi tas clutch logam yang tergantung dan terikat dengan material kulit mengilap.

#ChangeMaker 

Loading