Sukses

Fashion

Aksi Peduli Pandemi Virus Corona, Hian Tjen dan Sejumlah Desainer Membuat APD

Fimela.com, Jakarta Mewabahnya virus corona di seluruh dunia kian memprihatinkan. Untuk mengatasinya, tentu kita harus saling bekerjasama agar wabah ini cepat berlalu. Jika di luar negeri para desainer bergandengan tangan untuk membantu memproduksi kebutuhan medis seperti masker, hand sanitizer, dan juga Alat Pelindung Diri (APD), begitu juga para desainer tanah air.

Sejumlah label fashion dan desainer ternama sudah merilis masker kain yang bisa jadi alternatif proteksi diri dari virus corona. Dan kini, sejumlah desainer juga saling membantu untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD).

Salah satu nama besar yang turut berpartisipasi adalah Hian Tjen. Dihubungi melalui pesan singkat oleh tim Fimela.com, Hian Tjen menceritakan sekilas tentang partisipasinya untuk membuat medical gowns, atau yang dikenal dengan APD.

Hian Tjen menuturkan jika hingga saat ini sudah berhasil membuat lebih dari 500 medical gowns, dan jumlahnya pun akan semakin bertambah. Setiap harinya Hian Tjen memproduksi 20 hingga 50 APD. Dalam pengerjaannya, ia dibantu oleh sejumlah desainer lainnya dan juga menggandeng para pekerja home industry untuk memproduksi medical gowns, dan membayar upah para pekerja melalu sumbangan donasi yang diterima. 

Para desainer membuat APD yang disumbangkan ke sejumlah rumah sakit

Pendistribusian APD tersebut juga cukup luas, tak hanya ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 saja, tapi seluruh Indonesia, dibantu oleh para dokter yang tergabung di dalam komunitas Project Indonesia.

Berbicara mengenai bahan, Hian Tjen mengungkapkan jika medical gown yang dibuatnya menggunakan bahan apapun yang didonasikan ke para desainer. Namun, katun dan bahan yang tebal jadi proritas utama.

"Untuk medical gowns kami menggunakan bahan-bahan apa saja yang didonasikan ke kami, tetapi kami mensortir untuk lebih menggunakan bahan katun dan bahan-bahan sejenis lain yang tebal, namun untuk APD jumpsuit, bahan yang digunakan sesuai oleh yang diberikan tim kedokteran." Ungkap Hian Tjen.

Saat ditanya mengenai kesulitan dalam proses pengerjaannya, Hian Tjen mengakui mengalami sejumlah kendala. Apalagi saat masa social distancing seperti sekarang ini. "Kesulitannya adalah dalam hal pekerja, dalam masa social distancing ini tidak semua staff dapat bekerja normal dan harus bekerja di rumah masing-masing. Oleh sebab itu selain staff sendiri, kami juga mengerahkan pekerja home industry lain untuk membantu, dengan upah yang berasal dari uang pribadi ataupun uang donasi yang diberikan kepada kami." Tuturnya.

Berharap mampu meringankan beban para petugas medis

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by HIAN TJEN (@hiantjen) on

Hian Tjen menggandeng sejumlah desainer. Hal ini bermula dari cerita seorang teman yang merupakan dokter dan mengalami kendala untuk mendapati APD. Dari cerita tersebut, akhirnya Hian Tjen mengajak sejumlah desainer seperti Yogie Pratama, Danny Satriadi, Liliana Lim, Rusly Tjohnardi, Imelda Kartini, Albert Yanuar, Stella Rissa, Andreas Odang, Rinaldy A Yunardi, Priyo Oktaviano, dan Mel Ahyar, untuk membuat APD.

Prosesnya dimulai dari mengirimkan bahan, pola, dan contoh pakaian ke teman-teman desainer, dan hasil jahitnya dikirim ke workshop Hian Tjen untuk didistribusikan langsung ke Project Indonesia, sehingga diharapkan bisa membantu meringankan beban para tim medis yang sedang berjuang di Rumah Sakit Darurat Covid-19.

Di tengah pandemi virus corona, Hian Tjen juga berpesan untuk masyarakat Indonesia agar menjalani pola hidup sehat. "Selalu menjalankan pola hidup sehat, tetap mempunyai harapan dan pikiran yang selalu positif untuk setiap kejadian yang kita alami ini dan juga selalu berdoa dan beribadah kepada Tuhan memohon agar pandemi ini segera berakhir." Pesan Hian Tjen kepada seluruh masyarakat Indonesia.

 

 

 

#ChangeMaker

;
Loading