Sukses

Fashion

Sayangi Bumi, Bellroy Luncurkan Tas yang Terbuat dari Sampah Botol Plastik

Fimela.com, Jakarta Sampah plastik dari barang-barang yang kamu gunakan kadang tidak bisa didaur ulang dengan baik. Seperti sampah kemasan yang tidak laku dijual kepada pemulung. Namun, sampah-sampah plastik lainnya masih bisa kamu manfaatkan untuk membuat sesuatu yang lebih bermanfaat. 

Demi memanfaatkan sampah botol plastik bekas air minum, Bellroy, Brand Carry Goods dari Australia yang menjual tas, dompet, pouches, gantungan kunci, hina case ponsel merilis tas daur ulang yang terbuat dari botol plastik bekas. Ini merupakan gerakan yang dimulai dari komitmet Bellroy untuk mengurangi dampak buruk dari sampah terhadap planet Bumi, dan mencari metode produksi serta desain yang kuat dan tahan lama. 

Selain dapat menyelamatkan Bumi, benang yang dihasilkan dari botol plastik, atau disebut benang poliester bisa bertahan dengan kuat, seperti benang biasa. Sejak 2019, Bellroy memproduksi tas yang menggunakan benang daur ulang. Prosesnya tidak sesederhana mendaur ulang sampah plastik biasa. 

Pasalnya, Bellroy harus melalukan banyak tes laboratorium dan yardage kain untuk memastikan produk yang dihasilkan akan terlihat hebat dan bertahan lama. Kini, ada beberapa produk yang dihasilkan menggunakan benang hasil daur ulang botol plastik bekas, yaitu, Bellroy Shift Backpack, Tokyo Tote, Campus Backpack dan juga Sling.

Mendaur Ulang Botol Plastik

Pada tahun 2019 lalu, Bellroy memperkirakan telah mendaur ulang 150.000 botol dan menyulapnya menjadi produk baru. Pada tahun 2020, terdapat 2.200.000 botol yang telah didaur ulang. Diperkirakan, tahun depan akan ada 7 juta botol yang bisa didaur ulang untuk dijadikan produk baru yang bermanfaat. 

Untuk menciptakan 1 buah Transit Backpack, Bellroy membutuhkan sekitar 30 botol dengan ukuran 500 ml. Sementara, Tokyo Tote membutuhkan 23 botol. Classic Backpack membutuhkan 19 botol, dan Sling hanya membutuhkan 9 botol. 

“Kami beruntung merek kami adalah merek aksesoris, karena kritik dari poliester daurulang secara umum adalah serat mikro yang tidak terlalu bagus bila dikenakan langsung kekulit. Karena produk kami adalah produk aksesoris bukan merek pakaian, ini merupakankeuntungan sendiri bagi kami” Ujar CEO Bellroy, Andy Fallshaw.

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

;
Loading
Artikel Selanjutnya
New Normal, Ini Cara Membersihkan Tas Kerja agar Bebas Virus Corona
Artikel Selanjutnya
Menilik Perubahan Tren Fashion di Indonesia dan Asia Tenggara Akibat COVID-19