Sukses

Fashion

Identitas Burberry Baru di Kampanye Pre-Collection Autumn/Winter 2020

ringkasan

  • Burberry memberi bocoran identitas barunya lewat koleksi pre-Autumn/Winter 2020
  • Eksplorasi ide mirroring menghasilkan gagasan dualisme dalam tiap koleksi yang diciptakan

Fimela.com, Jakarta Burberry merupakan ikon fashion dunia berusia ratusan tahun yang mempertahankan modernisasi koleksinya sesuai dengan kebaruan zaman. Motif kotak-kotak warna beige, hitam, dan merah pada item syal atau scarf menjadi kekhasan fashion house asal Inggris tersebut diikuti dengan deretan trench coat yang dirancang pertama kali oleh sang pendiri Thomas Burberry.

Di bawah kepemimpinan Chief Creative Officer Riccardo Tisci, Burberry diajak mempelopori gerakan streetwear couture yang terstruktur namun memberontak saat London Fashion Week 2019. Loyalitas pada Burberry tetap dibuktikan dengan menata ulang koleksi arsip (termasuk membuat logo TB) dengan polesan siluet dan print baru bergaya segar.

Kali ini Riccardo Tisci siap mengajak kita melihat identitas baru Burberry dalam kampanye koleksi Pra Musim Gugur/Musim Dingin 2020. Kampanye ini mewakili penguatan identitas fashion house yang terus diperbarui dengan kreativitas dan imajinasi tanpa batas Tisci.

"Saya selalu tertarik pada gagasan dualitas dalam melihat hal dari dua perspeketif yang membawa kedalaman dan kontras dari seseorang atau konsep. Kampanye ini mengeksplorasi ide mirroring, sebuah tema yang saya buat sebagai house code dalam identitas baru Burberry," ujar Riccardo Tisci dalam press release-nya.

 

Warisan yang Berevolusi dalam Proporsi dan Iterasi

Dalam proses kreatifnya merancang koleksi pre Autumn/Winter 2020, ia membayangkan kembali potongan-potongan dari arsip Burberry dengan vibe lebih berani. Siluet dan kode warisan berevolusi dengan proporsi dengan iterasi baru yang lebih segar.

Di antaranya motif tartan ikonis yang dilapisi dengan patter kamuflase serta quilting yang diberi energi baru dengan cetakan lebih tebal dan warna bold.

Tissci memang mengembangkan palet warna dalam tiap musimnya, kali ini juga hadir dalam warna merah muda. Serta warna kuning bold dalam koleksi jersey unitard dengan patter Thomas Burbery Monogram dan bonnet cap yang terinspirasi dari era Victoria.

Sementara warna pink yang spesial ditempatkan pada shirt dress dengan permainan ekstra pada bagiang lengan yang menjuntai hingga mata kaki. Blazer dan celana panjang juga mendapat rekonstruksi yang memiliki daya tarik.

 

Rekonstruksi Gabardine

Untuk koleksi pria, trench coat dari material katun-gabardine juga ikut direkonstruksi. Sementara setelan klasik warna hitam mendapat sentuhan bordir logo Burberry dan garis khas.

Dua model dalam kampanye yaitu Irina Shayk mengaku bersenang-senang dalam konsep yang ditawarkan. Mereka berinteraksi dengan diri mereka sendiri (diperankan model yang mirip) untuk menjelajahi konsep dualitas sebagai identitas baru Burberry.

"Saya pikir dualitas adalah esensi dari sifat perempuan. Mereka menemukan kekuatan dalam kelemahan, membawa harapan saat ada di titik paling gelap, dan membuat hidup lebih mudah sekaligus lebih kompleks. Saya juga menyukai kecanggihan dan kesederhanaan, simple dan chic, yang ditemukan dalam koleksi ini, saat memakainya seperti menentang dan membiarkan pakaian yang memakaiku, itu benar-benar keindahan Riccardo dan Burberry yang baru," ujar Irina Shayk.

Bersama fotografer Danko Steiner, Riccardo berkolaborasi dengan tim kreatif terkenal di dunia untuk kampanye terbarunya, termasuk stylist Ana Steiner, Burberry Global Beauty Director Isamaya Ffrench dan stylist rambut Gary Gill.The Burberry Autumn/Winter 2020 Pre-Collection tersedia di toko-toko Burberry pilihan secara global dan online.

Simak Video Berikut

#ChangeMaker 

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Inspirasi Padu Padan Busana Klasik Bernuansa Kota New York
Artikel Selanjutnya
Curi Inspirasi Global untuk Busana ke Kantor di Era New Normal