Sukses

Fashion

Fimela Fest 2020: Lebih Sayang Bumi dengan Berani Menggunakan Preloved Items

Fimela.com, Jakarta Siapa bilang tampil cantik harus dengan menggunakan baju baru? Kamu tetap bisa tampil cantik dan fashionable dengan menggunakan produk preloved.

Dengan menggunakan preloved items, kamu tidak hanya dapat mengikuti perputaran tren fashion melainkan juga ambil bagian dari langkah sustainable untuk menyelamatkan bumi. Dengan kata lain, menggunakan preloved items sama dengan lebih sayang dengan bumi.

Sayangnya, masih banyak yang meragukan penggunaan preloved items. Banyak alasan yang membuat masyarakat belum melirik preloved items sebagai pilihan fashion. Mulai dari stigma masyarakat akan produk bekas hingga sulitnya mencari produk preloved yang benar-benar asli.

Greenpeace mencatat bahwa limbah tekstil menempati posisi ketiga terbanyak di lautan. Pasalnya, tekstil bukan merupakan bahan yang mudah terurai dan kini kebanyakan dibuat dari bahan polyester. Sehingga tekstil akan menjadi sampah abadi yang akan mengotori bumi. Ini saatnya kamu untuk mengambil langkah sederhana untuk menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih baik.

 

Perjalanan Tinkerlust

Untuk mencari preloved items tidaklah sulit. Kini banyak platform yang mempermudah masyarakat mencari preloved items dengan kualitas asli dan harga yang terjangkau. Di Indonesia, Tinkerlust menjadi marketplace yang menghadirkan fashion items yang sudah lama tak terpakai sekaligus menjadi tempat menemukan produk preloved orang lain dengan mudah.

Tinkerlust merupakan garapan dua sahabat Aliya Amira dan Samira Shihab yang didirikan pada 2015. Samira memiliki kegemaraan berbelanja dan mencari produk luxury dengan harga yang terjangkau. Sehingga Tinkerlust dibuat untuk mempertemukan pembeli dan penjual preloved items yang memiliki dan mencari preloved items yang original.

Kualitas dari setiap produk preloved yang dijual akan dikurasi terlebih dahulu untuk dipastikan keasliannya. Sehingga pembeli dan penjual dapat dengan nyaman melakukan transaksi melalui Tinkerlust. 

Proses perjalanan Tinkerlust menjadi platform preloved items yang kini dikenal banyak orang bukanlah perjalanan yang mudah. Baik Samira maupun Aliya hanya mengandalkan modal pribadi untuk mengembangkan bisnis mereka di tahun pertama. Banyak tantangan yang mereka temui untuk mempertahankan Tinkerlust menjadi sebuah platform penjualan preloved items.

 

Perjalanan bisnis yang tidak mudah

Konsep bisnis Tinkerlust yang belum akrab di telinga masyarakat Indonesia membuatnya banyak ditolak oleh figur publik maupun influencer saat diminta untuk berkolaborasi. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak masyarakat yang memahami konsep sustainable fashion yang mampu menyelamatkan bumi. Tidak hanya dari bahan yang digunakan, melainkan dengan menggunakan preloved items sudah menjadi bagian dari sustainable fashion.

Tidak berhenti hanya sekadar menerapkan nilai-nilai sustainable lewat menjual preloved items, melainkan juga mengedukasi para pecinta fashion untuk beralih dari kebiasaan membeli pakaian baru dengan mulai menyewa pakaian. Strategi ini diperkuat dengan kehadiran Tinkerjoy yang merupakan layanan rental pakaian dengan Personal Stylist untuk para pelanggan.

Terbaru, Tinkerlust mengadakan kampanye Local Heroes yang menggandeng 14 merek fashion lokal yang memiliki visi misi serupa terkait sustainable fashion. Mereka pun menjual koleksi ekslusif untuk edukasi yang semakin luas akan konsep sustainable fashion.

Simak video berikut ini

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Masih Adakah Originalitas di Tengah Persaingan Industri Fashion Lokal?
Artikel Selanjutnya
Gaya Kompak Keluarga Kecil Pangeran William dan Kate Middlteon dalam Nuansa Biru