Sukses

Fashion

Berani Berubah: Bisnis Loungewear Lagi Moncer, Kim & Kin Rasakan Untungnya Jualan Piyama Anak

ringkasan

  • Tren loungewear di masa pandemi jadi bisnis moncer, Kim & Kin ikut menjajal peruntungan lewat koleksi piyama anak
  • Pemilihan material dan potongan pakaian yang nyaman jadi pembeda dengan piyama anak lainnya

Fimela.com, Jakarta Tren loungewear atau baju rumahan mendadak booming dalam skala lokal dan global di masa pandemi. Tentunya peluang tersebut sayang untuk dilewatkan bagi para pengusaha ritel pakaian, salah satunya brand lokal baju anak Kim & Kin.

Merek baju anak yang akan memasuki tahun ke-3 ini tak menyia-nyiakan peruntungannya beradaptasi di era kenormalan baru dengan mengubah strategi jualan. Fokus Kim & Kin yang biasanya membuat daily outfit untuk baju pergi, mulai melihat pasar piyama yang luar biasa digandrungi.

 

"Awalnya merasakan jualan baju pergi jadi turun banget karena orang lebih banyak di rumah aja. Sampai aku lihat banyak banget yang bikin piyama, termasuk untuk anak, tapi masih jarang yang bikin dengan material nyaman," ujar Founder Kim & Kin Raisha Wirapersada saat dihubungi Fimela lewat telepon membuka obrolan.

Akhirnya Caca, begitu sapaan akrabnya mulai berburu material nyaman untuk membuat piyama anak. Sebelumnya, ia juga sempat meriset berbagai macam material yang dipakai brand lokal lain yang dipakai untuk piyama anak. 

"Aku banyak membeli piyama di brand lain, tapi belum nemu yang nyaman. Sampai akhirnya aku pakai bahan katun rayon yang approved untuk dipakai anak-anak karena dingin di kulit dan nyaman banget untuk tidur," lanjutnya.

 

Selera Fashion Pribadi dan Percaya Insting

Berkecimpung di dunia fashion sudah menjadi passion ibu satu anak yang cukup lama berprofesi sebagai fashion stylist di beberapa majalah ternama ini. Selera pribadi dan insting-nya dalam membangun brand baju anak Kim & Kin juga ikut terasah dari profesi penata gaya yang pernah digelutinya.

Selain pemilihan bahan, faktor penting lainnya adalah menentukan motif, sampai membuat cutting yang nyaman dikenakan. Sebab jika semuanya disatukan, bisa menjadi faktor yang membuat bisnis tambah moncer.

"Intinya harus pintar memilih, misalnya jika pakai motif ini pasti akan laris dan disenangi, begitu juga jahitan dan cuttingan yang bisa dibilang jadi pembeda dengan piyama anak lainnya. Kalau cuttingan enggak benar bisa jadi risiko cepat robek dan kurang nyaman dipakai," sambung Caca. 

Dalam perayaan khusus, ia juga menginisiasi untuk mendesain motif sendiri. Biasanya ia menggandeng ilustrator untuk berkolaborasi membuat motif dengan ciri khas playful dan colorful.

"Nah, tiap ulang tahun kami bikin koleksi khusus, sekarang lagi persiapan juga untuk anniversary ke-3. Kami kembali hire ilustrator untuk bikin pattern-nya dan untuk ultah ke-3 nanti akan di-print di bahan organik yang sustain untuk ikut serta membantu melestarikan alam," ceritanya bersemangat.

Koleksi Piyama untuk Sekeluarga

 
 
 
View this post on Instagram

panas ya! #NarunaRafaz our couple leopard piyama from @kimandkin_jkt -- #TemanKimAndKin #kimandkinjkt #kimandkinPIYAMAAN

A post shared by Raisha Wirapersada (@cacadong) on

Sukses dengan koleksi piyama anak yang selalu sold out tak lama setelah dirlis, perempuan yang bekerja di salah satu pioner perusahaan konsultan PR di Indonesia meluaskan pasar ke piyama untuk ibu dan bapak. Sebenarnya ia juga sudah pernah membuat koleksi untuk anak dan orangtua seperti untuk Hari Raya. 

"Enggak nyangka juga ternyata piyama dewasa untuk ibu dan bapak ikutan laris juga biar kembaran sama anaknya. Aku bikinnya unisex dua ukuran medium dan large. Kalau piyama anak untuk usia 1-7 tahun," lanjutnya. 

Caca jadi teringat perubahan usaha bisnisnya sejak punya anak di tahun 2007. Sebelum membuat Kim & Kin, ia lebih dulu memiliki brand pakaian perempuan, namun orientasinya ikut berubah sejak menjadi ibu yang memiliki naluri dan memprioritaskan kebutuhan anaknya. 

"Ini pengalaman pribadi, sih, aku mengganti usaha dari brand pakaian perempuan ke baju anak karena saat sudah jadi orangtua rela mengorbankan segalanya buat anak. Kita bisa tahan untuk enggak beli barang untuk diri sendiri, tapi untuk anak enggak bisa ditahan-tahan, akhirnya memutuskan untuk pindah haluan, deh," kenangnya. 

Beruntung di bisnis longewear yang tengah cemerlang ini, ia memiliki waktu fleksibel dalam pekerjaan utamanya. Jika ada undangan untuk sharing sebagai narasumber lewat pertemuan virtual juga dilakukan di waktu istirahat atau jam pulang kantor.

"So far aku masih menjalani dua pekerjaan. Tapi aku juga tetap tahu etikanya, meski sekarang work from home, aku hanya terima jadi guest speaker di jam makan siang atau pulang kantor," jelasnya. 

Diawali dengan Produksi Masker

Sebenarnya sebelum ikut memproduksi piyama, di awal pandemi pada bulan Maret, Caca lebih dulu menjajal berjualan masker. Baru pada April, ia mulai melebarkan pasar ke baju tidur dan baju santai anak.

Saat itu produknya dilirik oleh akun Instagram yang mengkurasi brand lokal untuk dipromokan secara gratis ke influencer. Dan produk masker Kim & Kin terpilih untuk tampil.

"Sejujurnya orang jadi banyak tahu Kim & Kin produksi baju anak setelah jualan masker. Dari promo tersebut Kim & Kin makin dikenal lagi dan sudah punya ciri di mata para pembeli di Instagram," beber Caca.

Seperti saat aktris Jennifer Arnelita menghadiahi produk Kim & Kin pada Chelsea Olivia yang baru saja melahirkan anak keduanya. Caca dapat banyak notifikasi dari respons para pengguna Instagram yang sudah mengenali jika itu adalah motif Kim & Kin.

"Padahal Kim & Kin-nya enggak di-tag di postingan itu, tapi banyak yang direct message dan ngeh kalau produknya Kim & Kin. Senang banget rasanya mulai bisa dikenali orang," tutup Caca yang belum lama ini membuat koleksi baju berkolaborasi dengan Kebun Raya Bogor yang langsung ludes dibeli.

 

Simak video berikut ini

#ChangeMaker

;
Loading