Sukses

Fashion

Siapa Bilang Tas Kulit Harus Mahal? Ezmour Buktikan Produknya Berkualitas Tapi Tetap Terjangkau

Fimela.com, Jakarta Bukan rahasia lagi kalau fashion yang terbuat dari kulit memang dikenal premium dan dibanderol dengan harga tinggi. Brand fashion luar negeri selalu menjadikan leather fashion ini sebagai salah satu koleksi paripurna mereka. Inilah yang membuat fashion dari kulit asli nggak bisa dinikmati berbagai kalangan.

Namun, siapa bilang fashion kulit asli harus mahal? Reza Yuliani berusaha mendobrak stigma tersebut dengan menghadirkan produk fashion berbahan dasar kulit sapi asli dengan desain modern, tapi dengan harga yang terjangkau lewat brand Ezmour yang digelutinya. Berawal dari ide sederhana yang menghadirkan fashion kulit untuk semua kalangan, produk Ezmour ternyata sangat dicintai masyarakat, lho. Seperti apa sih success story-nya?

Dari Coba-Coba Ternyata Dapat Respons Positif dari Masyarakat

Ezmour pertama kali dibentuk pada tahun 2016. Beraal dari ide untuk memproduksi produk fashion kulit yang berkualitas, tapi bisa digunakan kalangan menengah, inilah yang menuntun Reza mulai serius menjalankan usahanya.

Ia mengaku awalnya hanya sekadar mencoba-coba untuk bikin produk sendiri. Ternyata, produk pertama Ezmour sukses disukai oleh pembeli. Ia langsung mendapatkan order sebanyak 100 pcs produk. Nah, dalam menjalankan usahanya, Ezmour menggunakan sistem pre order. Dalam satu bulan, Ezmour bisa memproduksi 500-1000 tas per bulan, sementara sepatu bisa mencapai 600-1000 pcs. Untuk mendukung usahanya, Ezmour kini sudah punya pabrik kecil di Sentul City dan satu butik di kawasan Cibinong.

Bawa Social Impact untuk Masyarakat di Sekitar

Menggunakan bahan baku kulit sapi asli sesuai dengan standar yang digunakan oleh brand internasional, produk Ezmour dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Range harga produknya sendiri berkisar di bawah Rp 1 juta, sementara itu untuk sepati harganya sekitar Rp 300 ribuan.

Saat ini Ezmour sudah memiliki 6 karyawan tetap di butik dengan gaji sebesar Rp 2,1 juta hingga Rp 2,5 juta. Untuk proses produksi, Ezmour menyerap 15 orang bagian sepatu dan 40 untuk produksi tas yang diberi gaji sesuai dengan jumlah produk dan tingkat kesulitannya. Ke depannya, Ezmour berharap bisa menyerap lebih banyak pekerja lagi untuk membantu kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Wah, cerita dari Reza Yuliani bersama brand Ezmour yang digelutinya ini inspiratif banget ya. Nggak heran jika Ezmour berhasil lolos menjadi Finalis Kreatif Lokal Award 2020, sebuah gelaran yang diselenggarakan oleh Adira Finance untuk mengapresiasi dan mendukung para pelaku UKM. Apakah nanti Ezmour yang berhasil menjadi pahlawan UKM di bidang fashion? Jadilah saksi Malam Anugerah Kreatif Lokal Award 2020 yang akan berlangsung pada Jumat 13 November 2020 mendatang ya!

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Indonesia Fashion Week 2020 Digelar Virtual, Beri Spirit Pelaku Industri Mode Lokal
Artikel Selanjutnya
Kesamaan Fashion Item Ikonis Chef Juna Saat jadi Juri di TV dan Biker