Sukses

Fashion

Bagaimana Industri Fashion Memperlakukan Model Plus Size dengan Setara

Fimela.com, Jakarta Pernahkan sahabat fimela mendengar cerita-cerita mengenai model plus size? Menurut penelitian yang dilakukan perusahaan pakaian Simply Be, 77 persen orang percaya bahwa model ukuran 0 atau plus size harus dilarang tampil di catwalk karena mereka mempromosikan citra tubuh yang tidak sehat. Tentu saja, pandangan itu mungkin ekstrim karena pasti ada wanita yang secara alami berukuran nol meskipun mereka adalah minoritas.

Tapi itu menunjukkan bahwa orang ingin melihat model yang lebih akurat mencerminkan bentuk tubuh ideal menurut standar kecantikan dibandingkan keberagaman ukuran yang ditemukan dalam populasi manusia. Sementara itu, sebuah studi dari Warwick Business School menemukan bahwa iklan dengan wanita sangat kurus yang ditampilkan dengan cara yang sangat ideal membuat wanita berukuran besar tidak percaya diri. Jelas bahwa sikap tentang cara berpakaian dan bentuk serta keragaman ukuran tubuh selalu berubah, dan meningkatnya kehadiran serta aktivis perempuan yang mendukung model ukuran plus di industri mendorong revolusi.

Dampak Standar Kecantikan dan Ukuran Tubuh Ideal di Masyarakat

Terutama karena industri feshion memainkan peran yang sangat besar dalam penciptaan konstruksi kecantikan wanita di masyarakat. Model kurus yang tidak realistis tidak hanya mempromosikan kecantikan ideal yang berbahaya bagi jutaan wanita yang ingin meniru mereka (atau hanya berjalan dengan iklan yang menampilkannya), tetapi juga menghadirkan standar yang keras untuk model itu sendiri.

Perubahan Tubuh Ideal dan Meningkatkan Keberagaman

Rata-rata wanita Amerika memiliki berat sekitar 63 kilogram dan biasanya berukuran 12-14. Oleh karena itu, pertanyaan yang sangat normal untuk ditanyakan: mengapa model dengan ukuran ini, dan terus terang berbagai ukuran, lebih umum di catwalk, dalam iklan dan majalah. Untungnya, banyak konsumen telah mengetahui isu ini sehingga menuntut keragaman ukuran, bentuk, warna, etnis, kemampuan fisik, dan banyak lagi untuk beberapa waktu sekarang.

Perusahaan tertentu telah menanggapi isu ini , dan banyak pujian. Sudah lama sekali, misalnya supermodel Emme adalah model ukuran plus pertama yang menghiasi sampul majalah People’s sebagai model Most Beautiful People pada tahun 1994. Perasaan malu akan tubuh yang besar, sekarang secara rutin dikritik di media sosial dan di media arus utama. Ashley Graham, seorang model plus size dianugerahi tempat yang didambakan di sampul Sports Illustrated Swimsuit Edition.

 Hadir Tantangan

Bahkan dengan semua perubahan positif, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama menentang sudut pandang bahwa perkembangan model ukuran plus hanya akan mempromosikan kelebihan berat badan atau obesitas. Kita harus menampilkan berbagai bentuk dan ukuran agar mempromosikan pandangan yang lebih sehat di industri fashion. Persepsi ini akan membawa semua orang untuk lebih menerima tentang diri mereka dan menghargai orang lain.

Tantangan lain untuk model ini adalah semakin banyak model yang hanya dipesan untuk kampanye atau produk berukuran plus, tidak disandingkan dengan model lainnya. Model dengan berbagai ukuran masih jarang ditampilkan bersama. Misalnya, selama London Fashion Week beberapa tahun belakangan ini, model berukuran plus dan penyandang disabilitas memprotes, menyatakan bahwa perempuan dengan semua ukuran dan bentuk itu cantik dan harus ditampilkan di catwalk. Tantangan selanjutnya adalah melawan label "ukuran plus" secara bersamaan. Mengapa mereka tidak bisa menjadi model saja? Sama seperti kita dan semua perempuan lainnya.

Pada akhirnya, industri fashion dan citra yang dihasilkannya tidak akan berubah kecuali jika diminta oleh pelanggan. Itu berarti kita harus memilih untuk menghargai sesama. Kita dapat membagikan di media sosial karya hebat dari model-model ini yang mendorong perubahan dalam industri dan media dapat berbicara tentang model plus size dari sudut pandang perubahan positif bukan menitik beratkan diskriminasinya. Tetapi pada akhirnya, kita perlu berhenti membeli majalah, pakaian, dan produk yang mempromosikan standar tubuh yang tidak sehat.

Kita bisa mulai mempromosikan nilai-nilai kita. Untuk memenangkan pertarungan melawan inklusivitas tubuh dan kecantikan, kita harus membantu mereka yang bertarung dengan menunjukkan pendirian bahwa kebaikan hati bisa mengalahkan ukuran tubuh dan paras cantik. Kecantikan tidak ditentukan oleh penampilan dari desainer, editor, atau agensi iklan. Cantik ditentukan oleh hati.

Penulis : Adonia Bernike Anaya (Nia)

#Elevate women

Loading
Artikel Selanjutnya
The Royale: Persembahan Spesial Koleksi Raya Menuju Hari Kemenangan
Artikel Selanjutnya
Gaya Busana Kompak Priyanka Chopra dan Nick Jonas Rayakan Hari Holi