Sukses

Fashion

Malala Yousafzai, Penerima Nobel Asal Pakistan Tampil di Sampul Majalah Vogue Berkerudung Khas Pashtuns

Fimela.com, Jakarta Sebuah gebrakan baru dihadirkan oleh majalah Vogue UK. Merilis edisi Juli 2021, kali ini Vogue memilih sosok inspiratif untuk menjadi model pada sampul majalahnya. Sebagai Editor in Chief, Edward Enninful mendapuk aktivis dan penerima Nobel Prize asal Pakistan, Malala Yousafzai, untuk tampil di sampul Vogue edisi terbaru. 

Sebuah potret penuh makna, dengan latar merah disertai pakaian Malala yang juga serba merah, menghadirkan kesan yang sangat powerful. Meskipun ini pengalaman baru bagi Malala sebagai seorang model, ia terlihat sangat percaya diri dengan pose yang kuat. 

Wajah cantiknya terbingkai manis dengan kerudung merah dari Stella McCartney. Fitur wajahnya yang tegas tidak membutuhkan banyak polesan makeup. Terbukti ia hanya mengenakan makeup bergaya natural dengan menonjolkan fitur wajahnya, seperti alis dan area mata yang sangat mendominasi. 

Tampil menawan dengan polesan minimalis

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by British Vogue (@britishvogue)

Hal ini juga diakui olek Val Garland, sang makeup artist yang memoles wajah Malala untuk pemotretan sampul majalah Vogue UK edisi Juli 2021. Untuk tatanan rambut, Sam McKnight bertanggung jawab atas tatanan rambut Malala. Ia menata secara minimalis yakni dengan memberi sedikit potongan rambut, dan mengaplikasikan kondisioner untuk mempermudah penataan. Menjadi cover majalah Vogue tentu menjadi pengalaman yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. 

Namun pada kesempatan ini, Malala membahas banyak hal, diantaranya mengenai keyakinannya sebagai seorang Muslim, kerudung yang menjadi simbol dan representasi dari Pashtuns, etnis Afghanistan yang ada di seluruh dunia, terutama di Pakistan. 

"Ini adalah simbol budaya bagi kami orang Pashtuns, jadi ini merepresentasikan dari mana saya berasal. Gadis Muslim atau gadis Pasthun atau gadis Pakistan, ketika mengenakan baju tradisional seringkali akan dianggap tertindas, atau tidak punya suara, atau hidup di bawah landasan patriarki," ungkap Malala Yousafzai kepada Vogue UK.

Ia pun ingin memanfaatkan posisinya saat ini untuk menginspirasi perempuan muda dari tempat asalnya agar tetap berani bersuara di dalam budayanya sendiri.

 

 

 

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
Rawdah Mohamed, Model yang Vokal Protes Larangan Hijab di Prancis Ditunjuk Jadi Editor Vogue Skandinavia
Artikel Selanjutnya
Lebih Dewasa, Billie Eilish Tampil Seksi Era Abad 20-an di Sampul Majalah