Sukses

Fashion

Trik Dandan ke Pesta ala 5 Sosialita Jakarta

Next

Jakarta's socialites

Kami meminta pendapat 5 perempuan dengan penampilan keren saat hadir di high tea event bersama label Farah Khan, bertempat di fountain hotel Hyatt pekan lalu. Dengan tema dress code ‘summer’ beberapa tamu terlihat patuh, sisanya setia pada jiwa cocktail style itu sendiri. Inilah cerita lima orang sosialita tentang persiapan mereka saat hadir untuk undangan-undangan yang meminta mereka muncul dalam dress code tertentu.

Next

Teresia Linardi

Teresia Linardi

I am wearing: I am wearing my own design. Saya hobi desain seperti ini, tapi belum dicoba di-up load ke internet sih. I am not really representing summer, but still it’s cocktail...it’s afternoon tea.

About dress code:  Dress code di event-event sebenarnya bagus, tapi seringkali juga membatasi kita. Karena sudah diundang, akhirnya kita tetap setia pada dress code yang sudah ada. Apalagi kalau bisa memakai baju desainer tertentu, sekalian support desain-nya dia. Sebelum ke acara ini, saya udah ada beberapa undangan lain jadi nggak sempat ganti baju. Setelah acara ini ada undangan lain, baru saya akan ganti baju sepertinya, still my own design.

 

 

 

 

 

 

 

Next

Monica Hendrayanta

Monica Hendrayanta

I am wearing: Farah Khan

About dress code: Acara-acara dengan dress code seperti ini seru kok. Jadi lebih bersemangat yang datang, ada motivasi khusus. Pakaian saya emang kurang summer sih, tapi hemline nya cukup pendek, dan gaun Farah Khan yang saya sesuai untuk acara cocktail. Biasa kalau saya datang ke acara yang perlu dress code, ya sejam dua jam cukup lah persiapan dari rambut sampai kaki.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Next

Hasheena Bharatha

 

Hasheena Bharatha

I am wearing: Farah Khan

About dress code: Acara yang memberlakukan dress code itu seru, karena kita sebagai perempuan juga senang dressing up, kan. Itu jadi salah satu alasan buat kita keluar rumah juga. Punya baju keren ya dipakai, dong. Tapi kalau terlalu sering, dan tiap acara ada dress code-nya, personally speaking  it becomes a bit too much. Apalagi buat perempuan seperti saya yang masih harus sibuk di kantor. Harusnya sih, yang mengundang melihat waktu dan hari nya. Saat mid week ada undangan dengan dress code, itu agak tough juga for working women. Kita juga jadi mikir-mikir untuk hadir di sebuah acara, kalau undangan dengan dress code-nya justru mempersulit. Dengan dress code yang sulit, paling tidak perlu waktu 2 minggu untuk persiapan. Untuk persiapan pribadi dari ujung rambut ke kaki sih, saya perlu kurang lebih tiga jam.

 

 

 

 

 

Next

Ivi Baskara

 

Ivi Baskara

I am wearing: Saya lupa ini apa, tapi beli di L.A (her dress). Kalung dari BCBG.

About dress code: Dress code itu sometimes fun, sisanya bisa bikin repot kita juga sih. Karena kita harus prepare banget. Lebih bagus kalau panitia memberi undangannya jauh hari, jadi kalau ada dress code kita punya cukup waktu untuk mempersiapkan. Apalagi kalau baju nya masih harus dibuat dulu. Untuk hari ini sih, persiapan saya cukup dua jam dari ujung rambut sampai kaki.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Next

Ani Tengker

 

Ani Tengker

I am wearing:  Blazer saya dari Just Cavalli, celana dan atasan Calvin Klein, tas Hermes.

About dress code: Menurut saya sih acara-acara yang butuh dress code itu seru. Dress code yang diberlakukan di tiap event itu mewakili keunikan acara itu sendiri. Kebetulan saya juga senang fashion, jadi undangan dengan dress code tersendiri itu selalu menarik. Untuk acara ini sih persiapan saya nggak begitu lama. Lain halnya kalau menghadapi acara yang lebih serius, dengan dress code yang rumit. Usaha mencari baju untuk acara itu bahkan bisa sebulan sebelumnya. Kalau ada acara yang membutuhkan kita untuk tampil lebih spektakuler, biasanya kita udah di-sounding satu setengah bulan sebelumnya malah.

 

 

 

 

 

 

 

Loading