Sukses

Fashion

Tidak Ada Model Berkulit Putih di Fashion Show Ini!

Philipp Plein spring 2014

Karena bila itu tidak dilakukan, maka fashion week akan diboikot. Setidaknya itu yang dilakukan oleh aktivis, juga mantan model, Bethann Hardison menjelang New York Fashion Week musim lalu. Berkat usaha Bethann membangkitkan kesadaran industri ini, ia juga didukung oleh mantan supermodel Iman, memang ada sedikit udara segar.

Salah satu perubahan yang terlihat adalah runway Dior couture, Juli lalu. Saat sebelumnya, runway menjadi terlalu berkilau dengan dominasi model-model kulit putih, Joan Smalls muncul di runway couture label yang digawangi oleh Raf Simons tersebut.

Menjelang Paris Fashion Week pekan lalu, kampanye serupa dilancarkan oleh Bethann. Masih dengan dukungan Iman, namun kali ini dengan tambahan dukungan dari Naomi Campbell. Bahkan, menurut mereka, kadang industri fashion berkelit dari isu tersebut dengan memunculkan model-model Asia berkulit pucat.

Menanggapi kampanye itu sepertinya, dua fashion label menggelar show mereka dengan cara berbeda. Satu terjadi di Milan Fashion Week lalu. Yang satu baru saja terjadi di pembukaan Paris Fashion Week akhir pekan ini.

Di Milan, Philipp Plein menggelar show spring 2014-nya dengan tidak menampilkan satu pun model kulit putih. Tiga nama terkenal yang terlihat berjalan di runway antara lain Joan Smalls, Alek Wek menjadi first face, sementara Liye Kebede menjadi yang terakhir. Presentasi yang begitu kontras, karena pakaian-pakaian  bersiluet sporty yang terlihat justru berkilau dalam nuansa metalik, berhias payet sampai kristal swarovski. Cara yang bagus untuk mencuri perhatian di tengah fashion week itu sendiri.  Tapi menurut Philipp, pesannya lewat show itu jelas. Rancangan-rancangannya mengajak semua orang untuk melakukan sesuatu yang revolusioner, meninggalkan kebiasaan lama.

Rick Owens, spring 2014

Langkah Philipp diikuti oleh Rick Owens yang baru saja rampung menggelar show Spring 2014-nya di Paris. Alih-alih memunculkan model profesional di runway, Owens menampilkan pakaian-pakaiannya lewat puluhan penari profesional yang ia terbangkan dari Amerika langsung. Owens menjadi salah satu yang menyatakan bahwa look monokromatis akan populer tahun depan.

Penari-penari yang tidak satupun bertubuh seperti model itu (dari video yang kami lihat, rata-rata mereka bertubuh sangat atletis, sebagian bahkan cenderung curvy dan berotot), memakai pakaian yang paletnya mengalir bergantian. Dari hitam, putih, lalu cream. Banyak celana pendek, sleeveless leather tops, cape, semi jubah dengan teknik lipat yang cukup arsitektural. Overall, it was a sporty collection. Unik, provokatif, dan begitu hidup. Penggabungan fashion serta seni rupa di tingkat yang menggugah. It’s about time.

Loading