Sukses

Health

Studi: Konsumsi Garam Berlebih Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Fimela.com, Jakarta Garam adalah bumbu masakan yang wajib ada di dapur. Garam tak hanya memberi rasa gurih ke makanan, tetapi juga membuat tekstur makanan jadi lebih empuk, lembut serta menggugah selera. Memasak makanan tanpa garam rasanya ada yang kurang. Namun Sahabat Fimela, saat masak menggunakan garam atau menambahkan garam ke dalam makanan, sebaiknya lebih bijak lagi dalam menambahkannya ya. 

Mengutip dari laman liputan6.com, menambahkan garam berlebih ke makanan bisa berisiko buruk buat kesehatan. Makanan dengan kandungan garam di dalamnya memang terasa lebih gurih, nikmat dan menggugah selera. Namun, ini cukup berbahaya buat kesehatan bahkan kehidupan seseorang.

Konsumsi Garam Berlebih Meningkatkan Peluang Kematian Dini

Para ahli telah melakukan penelitian lebih dari 500.000 orang di Biobank Inggris yang mengisi kuesioner pada periode 2006-2010. Penelitian ini tentang kebiasaan garam mereka dan frekuensi mereka menambahkan garam ke makanan. Dari penelitian ditemukan bahwa dalam jangka 10 tahun kemudian, mereka yang mengonsumsi garam dalam jumlah berlebih memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang konsumsi garam secara terbatas atau secukupnya. 

Selain menemukan fakta bahwa orang-orang yang mengonsumsi garam berlebih berisiko mengalami kematian dini, para ahli juga menemukan jika orang-orang yang mengonsumsi garam cenderung memiliki pola hidup kurang sehat. Orang-orang ini umumnya juga akan lebih sedikit mengonsumsi sayur maupun buah. Mereka bahkan cenderung berisiko besar terserang penyakit mematikan seperti tekanan darah tinggi, stroke, jantung, obesitas dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Berapa Banyak Garam yang Bisa Dikonsumsi Setiap Harinya?

Agar konsumsi garam tidak berlebihan setiap harinya, lantas berapa ukuran normal seseorang bisa konsumsi garam setiap harinya? The American Heart Association merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 miligram garam per hari, tetapi catatan "batas ideal" adalah 1.500 miligram per hari.

Meski kita membatasi konsumsi garam dengan tidak menambahkan garam ke masakan, tidak menutup kemungkinan kita konsumsi garam berlebih setiap harinya. Para ahli menyebutkan jika pada makanan olahan, makanan kaleng dan cepat saji, umumnya mengandung garam yang cukup banyak. Jika kita tidak lebih hati-hati lagi dalam mengonsumsi aneka makanan ini, tanpa disadari kita tetap akan konsumsi garam berlebih setiap harinya. 

Well Sahabat Fimela, pastikan untuk lebih bijaksana dalam membatasi asupan garam setiap harinya. Pastikan juga untuk memiliki pola hidup sehat, miliki olahraga dan istirahat cukup serta perbanyak konsumsi sayur serta buah demi dapatkan tubuh lebih sehat serta usia lebih panjang. Semoga informasi ini bermanfaat. 

#WomenForWomen

Loading