Sukses

Health

Dopamin Tidak Selalu Baik, Ini Dampaknya Ketika Terlalu Berlebihan

Fimela.com, Jakarta Dopamin berperan sebagai pembawa pesan kimia (neurotransmitter) yang dihasilkan oleh otak untuk membantu sel-sel saraf mengkomunikasikan pesan satu sama lain.  Dopamin mengatur enam keterampilan kognitif hemisfer kiri yang penting bagi bahasa dan pemikiran manusia, yakni perencanaan motorik, memori kerja, fleksibilitas kognitif, penalaran abstrak, analisis/pengurutan temporal, dan generativitas.

Tidak hanya itu, dopamin juga berperan dalam memberikan perasaan senang, puas, dan motivasi sehingga dopamin dikenal sebagai hormon “perasaan baik”. Sistem ini dirancang sebagai bentuk penghargaan diri. Ketika Sahabat Fimela mencapai sesuatu atau melakukan yang menyenangkan, hal itu terjadi karena mengalami peningkatan dopamin di otak. Dopamin memang memiliki efek yang penting dalam kecerdasan dan kebahagiaan. 

Namun, dopamin tidak selamanya baik. Hormon ini harus dijaga keseimbangannya. Apabila Sahabat Fimela memiliki kekurangan dopamin atau kelebihan itu akan berdampak pada kecerdasan karena menimbulkan pada masalah psikologis. Simak gejala dan efek yang ditimbulkan akibat tubuh kelebihan dopamin dilansir dari verywellhealth.com

Tanda Tubuh Kelebihan Dopamin

Peran dopamin sebagai neurotransmitter yang mengatur berbagai fungsi otak, menjadi kunci dalam mengatur perasaan, motivasi, dan respons emosional. Namun, ketika tingkat dopamin meningkat secara signifikan dan aktivitasnya menjadi tidak terkendali, ini dapat menimbulkan serangkaian tanda-tanda yang mengindikasikan adanya kelebihan dopamin. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang timbul akibat kelebihan dopamin:

  1. Kecemasan
  2. Energi berlebih atau mania
  3. Meningkatnya perasaan stres
  4. Gairah seks yang tinggi
  5. Insomnia
  6. Agresi
  7. Halusinasi

Dampak Kelebihan Dopamin

1. Kecanduan 

Peran dopamin dalam penghargaan dan motivasi adalah aspek kunci dari kecanduan. Baik itu obat-obatan, makanan, perjudian, belanja, atau seks, mendapatkan "perbaikan" akan memicu pelepasan dopamin yang memberi otak perasaan baik. Namun, kelebihan dopamin dapat menyebabkan otak menginginkan sensasi tersebut secara berlebihan, menghasilkan motivasi yang tak terkendali untuk mengulangi perilaku yang merangsang dopamin.

2. Skizofrenia

Skizofrenia dikaitkan dengan produksi dopamin yang berlebihan di otak. Hal ini dapat menyebabkan gejala negatif seperti apatis dan fungsi sosial yang buruk, serta gejala positif seperti halusinasi dan delusi.

3. Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar, sebuah kondisi mental yang kompleks, diduga terkait dengan aktivitas dopamin yang tidak normal, baik yang tinggi maupun rendah. Hal ini memberikan penjelasan yang mungkin mengenai dua fase penyakit ini. Manik terjadi dengan tingkat dopamin yang sangat tinggi dan depresi timbul akibat tingkat dopamin yang sangat rendah. 

Dopamin, hormon yang sering kali dikaitkan dengan perasaan bahagia dan kepuasan, memiliki dampak yang signifikan saat kelebihan dalam tubuh. Tanda-tanda dan efek dari kelebihan dopamin menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan hormon ini untuk kesehatan mental dan fisik yang optimal. Meskipun dopamin memainkan peran penting dalam memicu kesenangan dan motivasi, peningkatan yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan psikologis dan dampak negatif lainnya pada tubuh. Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Fimela untuk memahami gejala dan konsekuensi dari kelebihan dopamin serta mengambil langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan hormon tersebut.

 

Penulis: Naela Marcelina 

 

#Unlocking The Limitless

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading