KAPANLAGI NETWORK
MORE

14 Film Romantis yang Tidak Biasa untuk Movie Marathon Valentine Ini

Kamis, 09 Februari 2017 11:15 Oleh: Arisa Muharliza

Cerita dan dialog dikemas dengan sempurna oleh para kreator film. Topik terbaik tentu saat “cinta” mulai mengambil peran. Berikut film yang menawarkan cerita cinta dari tiap sisi yang berbeda.

Salah satu adegan film Silver Linings Playbook (2012) yang juga wajib ditonton.

Cast:

Bradley Cooper (Pat Solitano)

Jennifer Lawrence (Tiffani Maxwell)

Robert De Niro (Pat Solitano, Sr)

Ya! Ibarat makanan, cinta pun memiliki rasa. Terkadang manis lalu berujung pada kepahitan. Tuk merasakannya, pun tak semudah saat membayangkan. Menemukan makna cinta tak cukup seperti saat mengendarai mobil yang hanya menempuh jalan yang lurus saja. Di sepanjang jalan, kita akan menemukan jalan berbatu, lalu berkelok, menanjak dan menurun. Namun, bila diresapi dengan makna, semua mungkin hanyalah tentang pencarian --pencarian sebuah tujuan, dimana akhirnya kita akan berhenti, karena telah yakin itu adalah pilihan.

Apakah itu adalah sebuah pilihan manis atau pahit, 14 film legendaris berikut ini pun turut menuangkannya ke dalam cerita. Lupakan Fifty Shades of Darker sejenak. Walaupun usia film sudah cukup lama, kami yakin saat menyaksikannya di hari Valentine bersama pasangan, akan menjadi momen yang akan berkesan.

Fyi, dari film kita juga bisa belajar banyak hal yang bisa diaplikasikan ke dalam hubungan, lho. Sekilas cerita yang disajikan, pun mungkin kita bisa menemukan pengalaman hubungan yang sama. Dari sekian banyak cerita yang disimak, mungkin ada hal yang menarik yang bisa membawa cerita baru yang lebih manis bersama pasanganmu. Who knows?

 

1. Before Sunrise (1995) - Before Sunset (2004)

Cast: Ethan Hawke (Jesse Wallace) – Julie Delpy (Celine)

Film romantis yang dikemas dalam setting cerita, tempat, dan kejadian yang cukup unik. Pertemuan “coincidence” yang terjadi saat Jesse Wallace dan Julie Delpie traveling dengan tujuan berbeda dan tanpa sengaja bertemu di sebuah kereta yang mengantarkan dengan rute perjalanan yang searah.

Dari film ini kita bisa belajar tentang bagaimana menjalin komunikasi yang cerdas pada lawan jenis atau pasangan. Untuk menciptakan sebuah hubungan hangat penuh chemistry, ternyata tak harus membahas sesuatu yang "romantis melulu”. Banyak topik yang bisa dibicarakan, seperti tentang pengalaman hidup, tentang satu hal dari diri kita yang tak diketahui oleh orang banyak, atau bertukar pikiran tentang sebuah makna kehidupan. Jika ingin menerapkan komunikasi yang lebih interaktif dan produktif pada pasangan, film Before Sunrise, Before Sunset bisa jadi pilihan film yang menarik untuk ditonton.

2. High Fidelity (2000)

Cast: John Cusack (Rob Gordon) – Jack Black (Barry) – Todd Louiso (Dick)

Mengerti tentang cara berpikir seorang laki-laki, yang memang pada dasarnya berbeda dengan perempuan, adalah awal dari sebuah masalah yang muncul dalam sebuah hubungan. Pertanyaan dasar yang sering dipertanyakan oleh perempuan tentang pasangannya; ketika terjadi konflik apakah mereka bersedih? Saat terjadi konflik apakah mereka sebenarnya mencoba mencari solusi? Yap! Semua pertanyaan akan ditemukan saat menyimak film High Fidelity ini.

Rob Gordon adalah laki-laki yang bekerja sebagai pemilik toko musik bersama 2 temannya, Barry dan Dick (dengan keanehannya masing-masing). Rob memiliki cerita percintaan yang tidak mulus dan “terlalu sering patah hati”. Hubungan terakhir yang ia jalin bersama Iben Hjeijle (Lauren) pun berakhir dengan cerita yang sama. Beranjak dari kisah cerita “tragis” tersebut, akhirnya Rob mulai membuat catatan hidup tentang 5 hal yang menyebabkan dirinya sering patah hati.

Menyimak keseluruhan film, kamu akan menemukan sisi lain dari laki-laki yang mempertunjukkan tentang jati diri mereka, khususnya saat mereka mengalami patah hati. Bagaimana mereka merasa sedih saat ditinggal kekasih, sampai bagaimana mereka tiba-tiba menjadi “melankolis” saat merenungi tentang kehidupan yang terjadi pada dirinya.

3. The Science of Sleep (2006)

Cast: Gael Garcia Bernal (Stephane Miroux) – Charlotee Grainsbourg (Stephanie)

Punya pasangan yang sama-sama kreatif dengan imajinasi yang nggak pernah habis, seru sih! Tapi, kalau hubungan yang dijalanin hanya seputar menikmati imajinasi saja, yakin hubungan kamu tidak membosankan?

Science of Sleep adalah film karya sutradara Michael Gondry (yang membuat film Green Hornet dan The Eternal Sunshine of Spotless Mind- yang keren itu). Setting cerita bertempat di Prancis dan turut menggunakan dua bahasa, Perancis dan Inggris. Film ini sedikit “quirky”. Banyak cerita yang sedikit menyimpang dan anti-klimaks. Menontonnya bersama pasangan, mungkin akan menjadi film yang lumayan berat dan membosankan (film dipenuhi cerita imajinasi tinggi). Kamu cukup menikmati alur ceritanya, dan jika bingung, bersama pasangan bisa saling melakukan diskusi. Seru kan?

Well, film ini bercerita tentang seorang laki-laki bernama Stephane yang dipenuh dengan dunia khayal dalam pikirannya. Ia suka mencampur-adukkan mimpi dengan kenyataan. Hal ini terjadi karena dirinya melakukan sebuah penolakan atas kehidupan sekarang yang sedang ia jalani. Stephane memilih untuk melarikan diri ke dalam dunia yang nostalgis.

Sampai akhirnya, Stephane bertemu dengan Stephanie. Tetangga baru yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Ketertarikan dimulai saat Stephane menemukan kesamaan minat dengan Stephanie. Selama menjalani hubungan, mereka sering menghabiskan waktu dengan menjalani hobi, seperti melakukan eksperimen yang jarang dilakukan oleh “couples” pada umumnya.

Tapi, seiring waktu yang berjalan, kesamaan minat diantara mereka pun tak dapat menentukan hubungan – yang tanpa masalah. Hubungan rumit tetap terjadi. Lalu apa solusinya? Hey! you should watch this movie!

4. Love Actuallly (2003)

Cast: Hugh Grant (The Prime Minister), Keira Knightley (Juliet), Alan Rickman (Harry), Liam Neeson (Daniel)

Film yang bercerita tentang kehidupan percintaan, dari yang happy ending sampai yang tragis. Kekuatan utama film ini adalah bagaimana Love Actually mampu menghadirkan perjuangan para tokohnya dalam mencari “who's your true love”. Banyak emosi yang dimainkan dalam tiap peran. Satu yang paling menyentuh adalah cinta segitiga Mark, Peter, dan Juliet. Pengalaman asmara mereka mengajarkan tentang bagaimana cara bertindak cerdas untuk melawan ego agar tidak menyakiti seseorang yang kita sayang. Tak hanya menyuguhkan cerita romantis yang serius, Love Actually juga menyuguhkan cerita humor, seperti karakter David yang diperankan oleh Hugh Grant.

5. When Harry Met Sally (1989)

Cast: Meg Ryan (Sally Albright), Billy Crystal (Harry Burns)

Satu film tentang menyelesaikan sebuah hubungan tanpa status yang jelas. Jika kamu berada disituasi hubungan seperti ini (tanpa status), When Harry Met Sally bisa jadi media antara kamu dan dia, untuk membahasnya lebih lanjut.

When Harry Met Sally, menjadi salah satu film romantis – komedi yang sangat populer di tahun 1989. Diperankan oleh Meg Ryan sebagai Sally Albright dan Billy Crystal sebagai Harry Burns, yang menjalin pertemanan di bangku sekolah. Hubungan pertemanan yang terlihat kurang sehat (karena sering terjadi pertengkaran), namun justru membuat mereka menjadi semakin dekat. Kedekatan pun semakin intens saat Sally membutuhkan tumpangan mobil Harry untuk pergi ke New York.

Selama perjalanan berlangsung, mereka banyak membahas topik yang cukup serius tentang kehidupan, sampai perihal topik “anak muda” yang cukup sensitif. Dan tak jarang juga, tiap obrolan berakhir dengan perdebatan. New York menjadi destinasi akhir mereka bertemu. Dan saat bertemu kembali, Sally dan Harry sudah menjalani kehidupan yang berbeda. Namun, lama durasi waktu untuk tidak saling bertemu, ternyata masih membawa perdebatan. Tapi kali ini tidak berakhir dengan pertengkaran. Melainkan rasa benci yang ada diantara Sally dan Harry, ternyata berlanjut pada perasaan yang cukup serius.

At the end, bagaimana sebuah film mampu berkesan dihati para penonton? Apakah hanya dengan menampilkan cast yang good looking sudah cukup? Jika sebuah film mampu menampilkan cerita, dialog dan konflik yang dekat dengan keseharian kita, biasanya “pesan” yang terkandung di dalam film akan lebih mudah tersampaikan kepada penonton. Seperti ada keterikatan dan kedekatan,-- ya! seperti itu juga 5 film ini berbicara lewat cerita dan dialog yang terekam di dalamnya. Happy watching!

Film lain yang bisa dinikmati:

6. Silver Lining Playbook (2002), 7. You've Got Mail (1998), 8. Eterhnal Shunsine of the Spotless Mind (2004), 9. Crazy, Stupid, Love (2011), 10. Punch-Drunk Love (2002), 11. Say Anything (1989), 12. Nothing Hill (1999), 13. When in Rome (2003), 14. Walk the Line (2005).

 

BACA JUGA: 11 Film Drama Romantis (untuk Valentine) Favorit Tim Fimela

 

 

Komentar Anda
Keep going