KAPANLAGI NETWORK
MORE

Anak, dan Kita sebagai Orangtua

Rabu, 02 Februari 2011 07:14 Oleh: Editor Fimela

<p>Merenungkan kembali hubungan dan cara kita sebagai orangtua berperilaku terhadap anak, dan kita sebagai anak, berperilaku terhadap orang tua kita.</p>

Anak adalah titipan Tuhan

anak-anak

Anak, sering dibilang sebagai titipan Tuhan. Anak bisa dibilang merupakan siklus. Kita merupakan anak dari orangtua kita. Beranjak dewasa, salah satu alasan menikah selain untuk mempunyai pasangan hidup tetap, adalah untuk memiliki keturunan atau anak. Siklus karena dari anak, kita pun memiliki ANAK juga. Dan anak kita pun akan memiliki anak dan keturunan.

Tapi ada perbedaan antara saat kita menjadi anak-anak dengan anak jaman sekarang. Saat kita masih anak – khususnya bagi generasi yang sekarang berumur tigapuluhan – banyak sekali batasan yang kita terima dari orangtua Misalnya, sebagai anak kita nggak boleh melawan omongan orangtua. Sebagai anak harus patuh kepada segala aturan orangtua, setuju atau tidak setuju.

Tapi jika dibandingkan dengan anak jaman sekarang, banyak sekali keleluasaan yang didapatkan. Anak sekarang bisa dibilang lebih bebas. Bebas mengungkapkan pendapat, bebas untuk memilih apa yang disuka. Membesarkan anak, nggak bisa dengan aturan kaku seperti jaman dulu. Jika kita melarang atau memberikan aturan tertentu pada anak, harus lah dengan alasan yang tepat. Karena anak nggak akan menerima begitu saja.

Contoh, juga merupakan salah satu cara untuk mendidik anak dalam lingkup family . Kita ingin anak makan makanan sehat, misalnya. Sehingga merupakan keharusan bagi kita untuk memberi contoh dengan menerapkan pola makan yang sehat juga. Anak melihat contoh dari orangtua, dari apa yang terjadi dan dilihatnya sehari-hari.

Relationship dengan Anak

Banyak hal lucu yang terjadi karena perbedaan cara didik anak. Kita sebagai anak, sudah memiliki anak juga. Kita menerapkan pola didik yang terbuka, bebas tapi bertanggungjawab dengan anak kita, tapi ironisnya, kita masih terikat kaku dengan aturan dan pola didik orangtua. Sebagai anak, walaupun sudah punya anak, kita masih harus mengikuti aturan orangtua, minimal saat kita bertemu atau berkunjung ke tempat orangtua kita. Relationship, yang intens dan harmonis adalah sangat diperlukan.

Dengan memiliki anak, banyak yang merasa terbuka matanya. Bahwa mendidik dan membesarkan anak dengan baik bukanlah hal yang mudah. Memang pola didik orangtua banyak yang tidak cocok untuk diterapkan sekarang ini, tapi nggak sedikit yang bisa kita tiru.

Orangtua bisa membesarkan kita sampai sekarang pun bukan hal yang gampang. Dan sebagai anak kita masih harus berbakti kepada orangtua.

Sehat Mendidik Anak

Nilai-nilai penting seperti kejujuran, empati, religi, merupakan beberapa hal yang harus kita contohkan kepada anak. Percuma saja kita memaksakan anak untuk berkata jujur, tapi jelas-jelas anak melihat kalau kita sering “berbohong”.

Kita harus berbesar hati. Mendidik anak bukan lah hal yang mudah. Jika merasa banyak dikecewakan oleh orangtua, coba berpikir dengan tenang. Orangtua bukan dewa. Mereka juga manusia biasa, yang pasti punya kesalahan. Kita pun manusia biasa, yang juga berbuat salah. Maafkan saja jika pernah merasa dikecewakan oleh orangtua. Sebagai anak, paling tidak kita berhutang nyawa, karena masih bisa bertahan hidup bahkan bisa mempunyai anak dan keturunan sampai sekarang.

Menjadi anak dan memiliki anak merupakan dua pekerjaan yang harus kita tanggung seumur hidup. Sebagai anak harus berbakti terus kepada ayah dan ibu yang sudah membesarkan kita. Sebagai ibu, kita pun harus bekerja keras membesarkan anak kita agar sehat, bahagia dan bisa melanjutkan hidup layaknya manusia. Sama seperti kita yang sekarang ini menjalani hidup kita. Yang harus diingat adalah, anak bukanlah milik kita. Setiap anak, punya hidupnya sendiri, kita hanya dititipi untuk sementara.

Komentar Anda
Keep going