KAPANLAGI NETWORK
MORE

Art Stage Jakarta Apresiasi Ekosistem Seni Indonesia Lewat Art Awards 2017

Jumat, 11 Agustus 2017 18:00 Oleh: Stanley Dirgapradja

Art Award menjadi penghargaan seni tertinggi pertama yang diadakan di lingkup Indonesia. Apresiasi untuk ekosistem seni di tanah air yang semakin menjanjikan.

Dunia seni yang semakin dinamis di tanah air membuat tak hanya kalangan penikmat seni senior  semata yang bergembira, namun para penikmat seni awam dari berbagai usia juga turut merayakan euforia ini. Satu lagi perayaan seni berskala Internasional, Art Stage. Sukses setiap tahunnya dengan Art Stage Singapore dan Art Stage Jakarta tahun lalu, tahun ini Art Stage Jakarta kembali hadir memanjakan hasrat seni penikmatnya.

Seperti halnya di Singapura, ART STAGE Jakarta, menawarkan khalayak dengan gambaran terkini tentang seni kontemporer Asia Tenggara yang paling komprehensif dan terbaru. Dengan membawa beragam karya seni dari berbagai seni Asia yang beragam dan berbeda di bawah satu atap, ART STAGE Jakarta memainkan peran sebagai wadah untuk menciptakan pasar seni Asia Tenggara yang lebih kuat. Dengan tujuan membawa kawasan Asia untuk lebih kompetitif melawan pasar seni global yang lebih maju di Barat. 

Tahun ini juga menjadi tahun pertama diadakannya penghargaan Indonesia Art Award, demi mengapresiasi pemain penting di seluruh spektrum seni rupa Indonesia, hasrat, komitmen, gagasan dan konsep yang luar biasa dari dunia seni Indonesia.  Ada 13 kategori penghargaan: Best Artist, Best Emerging Artist, Best Curator, Best Young Curator, Galeri Terbaik, Galeri Muda Terbaik, Institusi Seni Terbaik, Pameran Terbaik, Kolektor Terbaik, Kolektor Muda Terbaik, dan Publikasi Seni Terbaik.

Dengan dewan penilaian yang beranggotakan setidaknya 200 orang praktisi dan para ahli di bidangnya, terpilihlah pemenang Indonesia Art Award 2017 yang nama-namanya diumumkan tadi malam di Institut Francaise d'Indonesie, Jakarta Pusat. Beberapa pemenang terpilih antara lain Aditya Novali sebagai Best Young Artist, Melati Suryodarmo sebagai Best Artist, Enin Supriyanto sebagai Best Curator, Grace Samboh sebagai Best Young Curator, ROH gallery terpilih sebagai Best Young Gallery dan Best Gallery, dan IVAA Yogyakarta sebagai Best Art Institution.

 

Untuk selanjutnya piala Indonesia Art Award ini disebut sebagai ALEQS, mewakili poin-poin yang dicari dari pememang terpilih (Authenticity, Leadership, Excellence, Quality, Seriousness). “Penghargaan ini diharapkan menjadi pengakuan bagi para pemenang, yang sebenarnya berasal dari ekosistem seni di Indonesia sendiri. Dengan tujuan yang sama, memajukan seni di Indonesia. Dengan status Indonesia sebagai market seni paling dinamis di Asia Tenggara, mudah-mudahan ini juga menjadi penghargaan yang unik, tak hanya bagi Indonesia tapi juga global,” jelas Lorenzo Rudolf sebagai President of Art Stage.

Harapannya tentu award ini akan menjadi agenda rutin tiap tahun, yang memacu semua pekerja seni di tanah air untuk lebih aktif berkreasi dan berkontribusi. Potensi artisik Indonesia memang tak perlu disangkal lagi, hanya perlu sentilan kecil untuk memancing bakat-bakat terbaik itu muncul ke permukaan.

 

Komentar Anda
Keep going