KAPANLAGI NETWORK
MORE

Belajar dari Meninggalnya Julia Perez, Kanker Serviks Harus Dilawan Sejak Dini

Jumat, 16 Juni 2017 14:00 Oleh: Monica Dian

Jumlah penderita kanker serviks di Indonesia saat ini mencapai 21.000. Ditambah berita kepergian Julia Perez akibat kanker serviks cukup menyita perhatian nasional. Setiap perempuan perlu waspada.

 

Rest In Peace, Julia Perez. #juliaperez #ripjuliaperez

A post shared by fimeladotcom (@fimeladotcom) on

Kita seolah masih belum percaya akan kabar Julia Perez telah berpulang ke rahmat-Nya akibat kanker serviks. Dari kejadian ini, satu poin penting yang wajib kita sadari. Kanker serviks adalah ancaman mematikan bagi kita, perempuan. Berita kepergian Julia Perez ini juga sekaligus memberi kewaspadaan akan bahaya kanker yang bercokol di leher rahim tersebut. Karena siapa pun berpotensi mengidap penyakit yang dapat merenggut nyawa ini.

Itulah sebabnya, penting bagi setiap perempuan untuk membekali diri dengan pengetahuan mengenai kanker serviks. Risiko biasanya didapat dari berbagai faktor, seperti gaya hidup, genetik, kehamilan, kelebihan berat badan, dan gangguan kesehatan. Berikut break down penyebab kanker serviks yang perlu diwaspadai.

Riwayat Seksual

Seks sebelum usia 18 tahun, seks dengan banyak pasangan, dan seks dengan orang yang pernah memiliki banyak pasangan akan memperbesar risiko ancaman.

Merokok

Perempuan yang merokok dua kali berisiko terkena kanker serviks dibanding yang tidak merokok. Para ilmuwan percaya zat pada rokok dapat merusak DNA sel-sel serviks dan berkontribusi terhadap tumbuhnya sel kanker.

Penggunaan Pil KB

Pemakaian obat kontrasepsi oral seperti pil KB selama lebih dari 5 tahun juga memicu munculnya kanker serviks. Tapi risiko akan kembali normal setelah beberapa tahun berhenti minum pil.

Diet

Mulai sekarang, perhatikan cara diet. Karena diet yang tidak mencakup buah-buahan dan sayuran akan membahayakan diri, terutama bagian leher rahim.

Genetik

There's nothing we can do when it comes to genetic. Biasanya bila ibu atau saudara perempuan pernah terkena kanker serviks, maka kita berisiko tiga kali lebih besar idap penyakit tersebut.

Kelebihan Berat Badan

Menyebabkan potensi terkena adenokarsinoma serviks, kanker yang dimulai di sel yang melapisi leher rahim.

Kehamilan

Perempuan yang pernah menjalani tiga atau lebih kehamilan penuh, atau kehamilan penuh pertamanya sebelum usia 17 tahun, risikonya dua kali lebih besar.

Imunosupresi

Orang yang menderita penyakit HIV atau penyakit kesehatan lainnya – dalam keadaan menggunakan obat-obatan yang membatasi system kekebalan tubuh, potensinya semakin tinggi.

Diethylstillbestrol (DES)

Tanya pada ibu masing-masing, apakah beliau menggunakan DES, obat pencegah keguguran yang sempat hip di tahun 1940 sampai 1971. Jika ya, maka wajib waspada.

HPV

Adalah infeksi kulit, menyebar melalui kontak kulit ke kulit dari satu orang ke orang lainnya yang memiliki virus. Penyebarannya juga melalui seks, meliputi seks vagina, anal, maupun oral. Infeksi HPV adalah hal yang umum karena tubuh dengan sendirinya dapat membersihkan infeksi tersebut. Tapi terkadang kondisi bisa jadi serius jika infeksi tidak menghilang dan masuk dalam kategori kronis. Infeksi kronis inilah yang akhirnya mengakibatkan kanker tertentu, seperti kanker serviks.

Infeksi Chlamydia

Chlamydia adalah jenis bakteri umum yang dapat menginfeksi system reproduksi melalui kegiatan seksual. Infeksi ini kemudian menyebabkan peradangan panggul hingga ketidaksuburan. Risiko kanker serviks lebih tinggi bisa dilihat pada perempuan yang terinfeksi chlamydia dibanding mereka yang tidak. Gejala tak terlihat bila tidak diketahui melalui tes.

Dilihat dari faktor-faktor tersebut, bisa dikatakan semua perempuan berpotensi terkena kanker serviks, entah itu muda atau tua. Kewaspadaan mencegah sekaligus mengobatinya secara dini perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan melakukan pap smear (tes untuk menguji ada atau tidaknya keabnormalan pada leher rahim).

Agar hasilnya lebih akurat, disarankan melakukan pap smear bersamaan dengan tes lainnya. Bisa coba pap smear yang menggunakan liquid prep, kemudian diikuti dengan cek DNA HPV. Tes ini dapat dilakukan sekali dalam tiga tahun, yang artinya bukan sesuatu yang merepotkan atau bikin malas. Karena sehat itu penting.

Wajib diingat, bahwa infeksi virus stadium 1-3 tidak menunjukkan gejala kasat mata, dan baru dapat terlihat di stadium akhir dimana kondisi sudah sangat parah, dan hampir tak mungkin disembuhkan. Itulah mengapa penting melakukan pap smear sedini mungkin. Konsultasi dengan dokter, dan segera jadwalkan pap smear-mu sekarang.

Komentar Anda
Keep going