Sukses

Lifestyle

CEO Kedai Kopi, Howard Schultz, Tumbuh di Pemukiman Orang Miskin

Fimela.com, Jakarta Kamu pasti tahu Starbucks, kedai kopi yang menyediakan berbagai minuman berbahan dasar kopi. Siapa yang sangka pendiri salah satu kafe teramai di Indonesia ini pernah hidup susah? Howard Schultz, CEO Starbacks dulu bahkan tinggal di sebuah pemukiman khusus untuk orang-orang miskin. 

Howard lahir pada 19 Juli 1953, di sebuah keluarga yang tak mampu. Ayahnya adalah bekas tentara Amerika. Tinggal di tengah-tengah pemukiman kelas rendah, Howard tumbuh besar bersama orangtua dan dua adiknya. Karena keuangan keluarganya lemah, Howard kemudian mengalihkan perhatiannya untuk bermain basket dan bola. Howard kemudian lulus dari SMA Canarsie tahun 1971. 

CEO Kedai Kopi, Howard Schultz, Tumbuh di Pemukiman Orang Miskin | via: inc.com

Kepada sebuah majalah Inggris, Howard mengaku dia selalu merasa hidup pada sisi yang berbeda dengan orang lain. Dia tahu orang lain hidup dengan sumber yang memadai, uang lebih banyak, dan tumbuh di tengah keluarga yang lebih bahagia. Pada saat itulah muncul keinginan yang kuat untuk melompati 'batas' kehidupannya. Dia ingin meraih sesuatu yang berarti. 

CEO Kedai Kopi, Howard Schultz, Tumbuh di Pemukiman Orang Miskin | via: youtube.com

Keinginannya yang kuat akhirnya menggerakkan dirinya untuk berusaha mencapai satu peringkat. Pada saat bersekolah di SMA, Howard termasuk siswa yang unggul pada bidang olahraga. Dan akhirnya mendapatkan beasiswa untuk menuntut ilmu di University of Northern Michigan, karena memenangkan pertandingan sepak bola waktu itu. 

CEO Kedai Kopi, Howard Schultz, Tumbuh di Pemukiman Orang Miskin | via: youtube.com

Setelah lulus kuliah, Howard bekerja di sebuah perusahaan bernama Xerox. Meskipun hanya dalam beberapa tahun setelah bekerja di Xerox, Howard akhirnya berhasil mengambil alih sebuah kafe bernama Starbucks. Pada saat itu, Starbucks masih belum memiliki banyak cabang di hampir seluruh negara. Hanya ada 60 cabang di Amerika Serikat. 

CEO Kedai Kopi, Howard Schultz, Tumbuh di Pemukiman Orang Miskin | via: inc.com

Tahun 1987, Howard kemudian menjadi CEO Starbucks. Katanya kepada sebuah majalah Inggris, mungkin dia sekarang mengenakan jas dan dasi. Tapi dia tidak pernah lupa dari mana dia berasal. Dan dia sangat tahu bagaimana rasanya hidup miskin. 

Baca juga: 3 Kisah Orang Sukses yang Berhasil Menaklukkan Kegagalan

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading