Sukses

Lifestyle

Pilu, 4 Tragedi Ular Besi Selain Kecelakaan Kereta di Angke

Fimela.com, Jakarta Kecelakaan antara kereta api dengan sebuah bus metromini di kawasan Muara Angke. Kecelakaan yang menewaskan belasan korban tak hanya membawa pilu bagi keluarganya, tapi juga menjadi perhatian dan memunculkan ketakutan bagi warga lainnya. Dari laporan akun Twitter resmi TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan ini juga mengakibatkan terganggunya jadwal perjalanan kereta dari Bogor ke Jakarta, dan sebaliknya. 

Ternyata, kecelakaan ini membawa memori lama tentang ntragedi-tragedi ular besi lain. Kali ini, Bintang.com akan membahas beberapa kecelakaan kereta api yang tak mungkin terlupakan.

Tragedi Bintaro I dan II. Pada 19 Oktober 1987, Liputan 6 menulis, KA 225 jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang bertabrakan dengan KA 220 jurusan Tanah Abang-Merak. Kecelakaan ini sangat besar hingga menewaskan 156 jiwa. Kecelakaan ini juga mengakibatkan puluhan korban luka-luka. Dilansir dari Liputan 6, kecelakaan yang sangat besar ini kini disebut dengan Tragedi Bintaro I.

Tragedi Bintaro | via: liputan6.com

Sedangkan, Tragedi Bintaro II terjadi pada 9 Desember 2013. Serangkaian kereta bertabrakan dengan sebuah truk BBM. Dari laporan Liputan 6, diketahui truk itu berkapasitas 24 ribu liter bahan bakar. Kecelakaan yang berlokasi di dekat SMA 86 ini, menurut Liputan 6, terjadi akibat supir truk lalai. Dia memaksa menerobos palang rel kereta yang sudah mulai turun. 

25 Desember 2001. Pada tahun 2001, Kereta Api Empu Jaya bertabrakan dengan Gaya Baru Malam di Brebes, Jawa Tengah. Dilansir dari Liputan 6, tabrakan dua kereta api ini mengakibatkan 31 orang tewas serta 69 luka berat dan ringan. Selanjutnya, Liputan 6 menulis, penyebab tabrakan tersebut murni karena kesalahan manusia. Hal ini dinyatakan berdasarkan hasil investigasi tim Pusat Laboratorium Forensik. 

Kereta Api Empu Jaya bertabrakan dengan Gaya Baru Malam | via: liputan6.com

18 April 2006. Ternyata, tak hanya kecelakaan kereta di Angke yang melibatkan sebuah bus. Sembilan tahun yang lalu, serangkaian kereta Pakuan Ekspres jurusan Bogor-Kota bertabrakan dengan sebuah bus metromini  S-64. Dilansir dari Liputan 6, kecelakaan ini menewaskan lebih dari 8 orang. Selain itu, masih dari sumber yang sama, kecelakaan maut ini mengakibatkan bus tersebut terbelah menjadi dua. 

Pakuan Ekspres jurusan Bogor-Kota bertabrakan dengan sebuah bus metromini  S-64 | via: liputan6.com

23 September 2015. Sebelum kecelakaan antara kereta api dengan sebuah bus metromini di kawasan Muara Angke, ternyata September lalu juga terjadi sebuah kecelakaan kereta di Stasiun Juanda. Dilansir dari Liputan 6, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meskipun begitu, seorang masinis terjepit di salah satu gerbong kereta. 

Kecelakaan kereta di Stasiun Juanda | via: liputan6.com

Ternyata, tak hanya kecelakaan kereta di Angke, tapi juga ada banyak tragedi ular besi yang sudah terjadi sebelumnya. Tragedi Bintaro I dan II hingga kini tak bisa terlupakan. Bahkan, dilansir dari Liputan 6, Tragedi Bintaro I diabadikan dalam sebuah lagu Iwan Fals yang berjudul 1910. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading