Sukses

Lifestyle

Charles Perrault, 'Ayah' Negeri Dongeng yang Jarang Dikenal

Bintang.com, Jakarta Ketika Cinderella, Little Red Riding Hood, Sleeping Beauty, dan Puss in Boots sudah tak asing di telinga, nama Charles Perrault justru absen dalam ingatan sebagian publik dunia. Padahal kisah-kisah dongeng tersebut tak akan ada apabila Charles memutuskan untuk tak pernah menulis.

Ya, laki-laki yang lahir di Perancis 388 tahun silam itu merupakan 'ayah' dari dongeng-dongeng yang masih terus dikisahkan, bahkan hingga kini. Kala rupa negeri dongeng diboyong Google sebagai Doodle pada Selasa (12/1), mungkin nama Charles Perrault menelesak ke dalam ingatan untuk kali pertama bagi beberapa orang.

Google Doodle yang dipersembahkan untuk Charles Perrault. | via: Google

Kembali ke masa di mana pengacara bukan lagi profesi bagi Charles. Laki-laki yang tutup usia pada 16 Mei 1703 itu mulai menulis berbagai dongeng yang awalnya hanya diperuntukkan bagi sang putra, Pierre Darmancourt. Hingga akhirnya pada 1697, koleksi Les Contes de ma Mère l’Oye atau Mother Goose Stories milik Charles sukses merebut hati para pembaca.

Berbicara kepada The Guardian, penulis Complete Fairy Tale of Charles Perrault, Neil Philip, mengungkapkan, laki-laki yang mengatasnamakan sang anak di setiap publikasi bukunya itu telah melakukan sesuatu yang segar dan penting. Tak hanya soal alur cerita, namun kandungan makna di dalam kisah itu sendiri.

Charles Perrault. Foto: via express.co.uk

Proses menulis yang dilakukan Charles dikatakan sebagai penggerak perubahan tradisi lisan yang bisa dicetak, dikisahkan, juga diimajinasikan lagi dan lagi. Terlebih setelah karyanya diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris pada 1729. Meski nama Charles Perrault tak banyak diketahui dunia, namun karyanya akan tetap punya ruang tersendiri di hati sebagian publik dunia.

Loading