Sukses

Lifestyle

Bahaya! 3 Daerah Bekasi Jadi Sasaran Organisasi Mirip Gafatar

Fimela.com, Jakarta Masalah organisasi terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) seakan tak pernah bisa terselesaikan. Belum beres kasus Ahmad Kevin Aprilio yang hilang bersama ayahnya sejak 26 November 2015 lalu. Meskipun dokter Rica sudah ditemukan, ternyata masyarakat masih juga diresahkan dengan isu organisasi terlarang dan ajarannya yang dianggap sesat. 

Masyarakat bahkan kembali dibikin panik dengan sebuah laporan adanya aktivitas penyebaran aliran sesat di sejumlah wilayah Bekasi, Jawa Barat. Dilansir dari Kantor Berita Antara, Majelis Ulama Indonesia Kota Bekasi sempat mendapat laporan mengenai aliran sesat ini, yang diduga disebarkan oleh seorang perempuan berinisial NT alias Bunda (43), tahun lalu.  

Untuk membuktikan tudingan tersebut, Antara menulis, sebuah pertemuan yang digagas oleh Ketua RW 26, Poerwanto, bersama dengan Lurah Kayuringinjaya, Kecamatan Bekasi Selatan digelar pada Januari tahun lalu. Meskipun Bunda menepis semua tudingan pada pertemuan tersebut, ternyata warga Bekasi masih juga merasa resah. Pasalnya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi sudah memetakan tiga wilayah Bekasi yang rawan dengan aliran sesat. 

Bahaya! 3 Daerah Bekasi Jadi Sasaran Organisasi Mirip Gafatar | via: djurnal.com

"Kami mendeteksi ada 3 kecamatan yang sempat menjadi tempat penyebaran paham radikalisme," kata Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Shobirin, seperti yang dikutip dari Liputan6, Selasa (19/1). Ketiga kecamatan tersebut Kecamatan Cibitung, Kecamatan Tarumajaya, dan Kecamatan Kedungwaringin.

Menurut Shobirin, Kecamatan Cibutung berpotensi menjadi lokasi penyebaran ajaran sesat karena pernah beredar aliran Annubuah yang pengikutnya mempercayai kehadiran nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Yang bikin warga tambah resah, ajaran aliran ini mirip sekali dengan ajaran Gafatar. Soalnya, kata Shobirin, mereka mengaku sebagai pengikut Imam Mahdi. 

Bahaya! 3 Daerah Bekasi Jadi Sasaran Organisasi Mirip Gafatar | via: kaskus.co.id

Hal mencurigakan juga terjadi di Kecamatan Tarumajaya. Shobirin mengatakan, ada seorang pemuda yang mengaku sebagai nabi dan memberikan ajaran sesat kepada pengikutnya. Hal yang serupa juga terjadi di Kecamatan Kedungwaringin. Karena inilah, ketiga kecamatan di Bekasi ini menjadi sangat rawan dengan organisasi terlarang yang mengajarkan aliran sesat seperti Gafatar. Upaya pemetaan kawasan rawan aliran sesat ini berdasarkan laporan yang dihimpun dari Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat setempat.

;
Loading