Sukses

Lifestyle

7 Upaya untuk Lumpuhkan Teroris Santoso Selama 2016

Bintang.com, Jakarta Tak ada yang bilang mudah jika berbicara tentang melumpuhkan kelompok sipil bersenjata Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Dengan berbagai upaya, Satuan Tugas (Satgas) Camar Maleo dan Tinombala menemukan 'titik terang'. Sebagaimana dirangkumkan Liputan6.comberikut beberapa di antaranya.

Selasa, 19 Januari 2016. Selepas tragedi bom bunuh diri di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), pengejaran kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso terus berlanjut. Pada operasi gabungan TNI-Polri ini, dua anggota kelompok Santoso ditangkap, sedangkan seorang terduga teroris tewas tertembak.

Daftar kelompok Santoso yang menjadi perburuan aparat di Satuah Tugas Tinombala

Minggu, 28 Februari 2016. Fonda Amar Sholihin alias Dodo, seorang anggota kelompok Santoso tewas dalam kontak senjata dengan aparat gabungan TNI-Polri di Desa Torire, Lore Tengah, Poso, Sulawesi Tengah. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Muslim, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Jumat (18/3).

Polisi jaga ketat RS Bhayangkara Palu setelah jenazah Santoso alias Abu Wardah dan anak buahnya Mukhtar tiba (Liputan6.com/Dio Pratama)

Selasa, 15 Maret 2016. Lagi, tim gabungan TNI-Polri terlibat baku tembak dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di Desa Talabosa, Kecamatan Lore Piore, Kabupaten Poso, sekitar pukul 08.30 WITA. Kala itu, dua terduga teroris tewas.

Santoso, teroris poso yang ternyata anak asal transmigran Jawa

Jumat, 22 April 2016. Dua anggota kelompok Santoso yang bertugas sebagai kurir logistik, yakni Ibad alias Amri dan Syamsul alias Muhammad Son Haji dipastikan jadi korban tewas selepas baku tembak terjadi di kawasan Pegunungan Napu, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso.

Baku tembak dengan lima orang bersenjata yang diduga kelompok Santoso, polisi tewaskan dua orang. Tiga kabur, dua di antaranya perempuan.

Minggu, 15 Mei 2016-Senin, 17 Mei 2016. Tiga anggota kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) tewas setelah baku tembak dengan personel Operasi Tinombala di pelosok hutan Poso, Sulawesi Tengah.  Sebelum terjadi kontak senjata, Satgas Operasi Tinombala yang masuk ke hutan pegunungan Uwe Mayue, memberikan tembakan peringatan.

Kemudian pada 17 Mei, ketika upaya evakuasi jenazah Yazid alias Taufik, dan Rima dilakukan, satgas kembali terlibat kontak senjata. Satu terduga teroris kembali tewas dan diketahui bernama Aco alias Sucipto. Tetapi, jenazah Aco baru dievakuasi pada Selasa (24/5).

(Polda Sulselbar)

Kamis, 16 Juni 2016. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala kembali menangkap satu anggota kelompok teroris pimpinan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Lelaki bernama Samil yang bertugas sebagai penghapus jejak itu ditangkap petugas ketika sedang sakit.

Santoso awalnya dikenal sebagai pemuda yang biasa-biasa saja dan berhubungan baik dengan para tetangganya

Senin, 18 Juli 2016. Akhir pelarian Santoso. Buron teroris dan anak buahnya, Mukhtar, tewas setelah baku tembak dengan tim Alfa 29 dari TNI di pegunungan Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara Selain menewaskan keduanya, tim Alfa 29 juga mengamankan satu pucuk senjata api organik jenis M-16 beserta beberapa amunisi aktif dan selongsong amunisi.

Kantong jenzah dibawa masuk petugas kepolisian ke ruang jenazah di RS Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (17/7). Dua jenazah diduga teroris Santoso alias Abu Warda dan Muhtar yang tewas dalam baku tembak itu akan diidentifikasi. (OLAGONDRONK/AFP)

;
Loading