Sukses

Lifestyle

Sempat Gagalkan Penerbangan, Aktivitas Anak Gunung Rinjani Normal

Fimela.com, Jakarta Sempat membuat sejumlah penerbangan di Bandar Udara (Bandara) Internasional Lombok gagal, aktivitas vulkanik Gunung Rinjani masih terbilang normal. Sebagaimana diwartakan Liputan6.com, pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara visual, hingga pukul 17.30 WIB, Senin (1/8), tak terlihat adanya kepulan asap di puncak kawah.

"Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Rinjani," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/8), kepada Liputan6.com.

Meski demikian, Sutopo mengimbau masyarakat agar tak melakukan pendakian atau berkunjung dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Gunung Rinjani dengan puncak Barujari yang terletak di kaldera Rinjani.

Gunung Rinjani, Lombok/Business Insider

Selanjutnya Sutopo memaparkan, erupsi Gunung Rinjani diduga akibat gempa bumi berkekuatan 5,6 skala richter di kedalaman 18 kilometer, yang kemudian diralat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menjadi 5,7 SR dengan kedalaman 22 kilometer.

"Diduga telah menyebabkan Gunung Rinjani dengan puncak Barujari meletus pada pukul 11.50 WITA. Guncangan gempa bumi tersebut dirasakan masyarakat di Desa Sembalun di sekitar lereng Gunung Rinjani, dengan intensitas 3 MMI," sambung Sutopo, sebagaimana dimuat Liputan6.com.

Perjalanan menuju Gunung Rinjani di Pulau Lombok. (Liputan6.com/Sunariyah)

Sutopo mengatakan, berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Rinjani PVMBG secara visual, letusan anak Gunung Rinjani tak terdeteksi akibat tertutup kabut. Sedangkan berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada pukul 11.50 WIB, lanjut Sutopo, terdeteksi distribusi awan ke selatan. "Pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, abu vulkanik menyebar ke Tenggara-Barat Laut di Lombok bagian selatan."

 

;
Loading