Sukses

Lifestyle

Monas Kemungkinan Tetap Buka Saat Demo 2 Desember

Fimela.com, Jakarta Rencana demo pada 2 Desember mendatang atau demo 2 Desember akhirnya disepakati akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas). Aksi damai ini awalnya akan digelar di Bunderan Hotel Indonesia dan sekitarnya namun kemudian berubah menjadi di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Hal itu terjadi setelah tercapai kesepakatan antara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, pimpinan MUI KH Maruf Amin dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Rizieq Shihab. Lalu bagaimana dengan masyarakat yang akan mengunjungi Monas pada 2 Desember nanti?

Para pekerja mengganti batu pelataran yang rusak di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (10/11). Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan Monas agar tetap terawat dan nyaman bagi pengunjung. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Seperti dilansir dari liputan6.com, pihak pengelola mengatakan belum berencana untuk menutup kawasan Monas di aksi yang dilabeli Aksi Super Damai itu. "Itu kan urusan pihak keamanan," kata Kepala Kantor Pengelola Kawasan Monas, Sabdo. Menurut Sabdo, pihaknya menyerahkan segala urusan pengamanan kepada pihak aparat TNI dan Polri. 

Lalu, apakah Monas akan ditutup selama aksi 2 Desember berlangsung? "Situasional," Sabdo menjawab singkat. Berkaca dari aksi 4 November lalu, terjadi beberapa kendala seperti penyempitan beberapa ruang di kawasan masjid Istiqlal. "Kesepakatan dilaksanakan di Monas dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 1 siang dalam bentuk kegiatan keagamaan, zikir, tausiah, dan diakhiri dengan salat Jumat," ujar Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, pimpinan MUI  KH Maruf Amin dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Rizieq Shihab duduk bersama membahas aksi 2 Desember 2016 di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Senin, 28 November 2016.

Demi menjaga kelancaran aksi, Tito meminta agar tidak ada demonstran yang berhenti di Bundaran Hotel Indonesia. Karena itu bisa menjadi preseden buruk kelompok keagamaan lain yang ingin berunjuk rasa. Dia pun meminta unjukrasa lain pada hari itu ditunda, termasuk rencana aksi buruh. 

Terakhir, Tito berharap tidak ada pihak yang memanfaatkan demo 2 Desember. Misalkan, untuk kegiatan kriminal sehingga aksi super damai benar-benar bisa berlangsung dan berakhir dengan damai.

 

Loading