Sukses

Lifestyle

Buitenzorg Vaporian, Komunitas Vape Anti Narkoba

Bintang.com, Jakarta Vape sedang tren dan menjadi gaya hidup sebagian anak muda. Tak hanya pria, wanita juga banyak yang jadi penyuka rokok elektrik ini. Bahkan, para pecinta vape sudah mulai berkelompok dengan membuat komunitas. Seperti Buitenzorg Vaporian halnya.

Salah satu komunitas pecinta vape yang berada di Bogor ini didirikan pada tahun 2013 berawal dari seorang peracik liquid bernama TJ yang berinisiatif mengumpulkan para pecinta Vape di Bogor.

Kala itu Vaper masihlah sangat sedikit. Mereka kemudian membentuk group WhatssApp (WA) agar mempermudah komunikasi antar vaper di Bogor. Kini, Buitenzorg Vaporian memiliki sekitar 200 anggota yang berasal dari berbagai golongan.

“Misi Buitenzorg Vaporian adalah selain menjadi wadah berkumpulnya vaper di Bogor, juga sebagai wadah penyaluran jiwa kreatifitas seluruh keluarga besar Buitenzorg Vaporian. Sedangkan Visinya sebagai komunitas vaper yang selalu menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, wawasan, dan rasa saling menghormati,” Kata Calvin, salah satu anggota Buitenzorg Vaporian saat dihubungi Bintang.com

Hampir setiap hari komunitas Buitenzorg Vaporian berkumpul di berbagai tempat toko vape berbeda di kawasan Bogor. Sambil ngobrol santai, mereka berbagi informasi dan pengetahuan soal Vape. “Lebih banyak ngobrol soal Vape, beri pengetahuan bagi pemakai vape yang baru-baru soal manfaat dan cara menggunakan vape yang aman,” kata Calvin.

Untuk menjadi anggota, komunitas ini memiliki peraturan yang lumayan ketat terutama soal nama baik. Anggota harus berusia 18 tahun ke atas dan dilarang keras membawa apalagi menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang dalam bentuk apapun.

“Komunitas kita bekerjasama dengan BNN untuk memberantas narkoba. Jadi kalau ada anggota yang pakai narkoba, tanpa pertimbangan apapun akan dikeluarkan dan dilaporkan kepada pihak berwajib,” kata Calvin.

Tren Vape menurut Calvin akan lama bertahan mengingat Vape mampu “menggeser” perokok konvensional. Apalagi ia sendiri membuktikan kebiasaannya merokok terhenti setelah menggunakan vape sejak 2013. “Kalau sudah pakai vape itu, mulut jadi pahit untuk merokok tembakau,” katanya.

Loading