Sukses

Lifestyle

Mau Terkenal dan Banyak Fans? Kamu Harus Terima Resiko Ini

Fimela.com, Jakarta Menjadi terkenal, banyak uang dan menjadi seorang idola yang dicintai banyak penggemarnya memang banyak diinginkan banyak orang. mungkin kamu juga bercita-cita menjadi seorang artis atau sosok terkenal lainnya? Sebelum benar-benar menjadi sosok terkenal, kamu harus tahu berbagai resiko yang harus kamu hadapi tanpa terkecuali ya, termasuk selalu melayani pengemar.

Berbicara soal melayani dan menyapa penggemar, belum lama ini kita melihat sebuah realita yang mana seorang aktris Indonesia yang memiliki nama besar, bertindak kurang menyenangkan hingga membuat kecewa para penggemarnya hingga menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

Rossa. Ilustrasi publik figur. (Bambang E. Ros/Bintang.com)

Berkenaan dengan hal tersebut Psikolog Tika Bisono mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang wajar dilakukan oleh seorang selebriti kepada penggemarnya.

"Sangat tidak karena itu kan tidak sedang dalam acara keluarga, kebetulan ya kalau si publik figur itu sedang ada produk yang di launch, entah itu product preview, iklan atau film baru, pameran lukisan, pokoknya lagi ada (sesuatu) happening memang hal-hal seperti itu (menghindari penggemar) harus dihindari, karena ya kita lagi butuh dukungan, untuk jualan, untuk macem-macem lah," terangnya saat dihubungi Bintang.com, Jumat (21/4/2017).

Gigi Hadid. Ilustrasi publik figur dunia. (Instagram/gigihadid)

Lebih lanjut Tika mengatakan, meski publik figur juga seorang manusia yang memiliki kelemahan dan tak luput dari salah, namun profesi sebagai selebriti mengharuskan seseorang terus tampil sempurna dan tak mengecewakan penggemarnya.

"Cuma ya namanya juga manusia bisa jadi ada capeknya, bisa jadi ada riweuhnya, mungkin bosan. Tapi ya itu nggak enaknya jadi publik figur itu harus sandiwara, lot of time, karena ya nggak bisa dipungkiri kita juga pengennya 'Udah dulu dong, gue pengen tenang dulu nih' tetap aja kalau ya urusannya publik figur, selebriti dan penggemar seolah-olah nggak boleh ada jeda, nggak boleh ada waktu yang tersisa. Seolah-olah semua waktu harus dikasih ke mereka, padahal kan ya nggak gitu juga," tuturnya.

Bijak Menjadi Selebriti

Nah kalau kalian berada di posisi tersebut Tika Bisono menyarankan, bahwa menjadi publik figur harus bisa bertindak dengan bijak. Bijak membagi waktu untuk keluarga, penggemar dan klien. Kalau tidak bisa-bisa kamu dicap sebagai soorang yang tidak profesional, bahakan ditinggalkan penggemarmu lho.

"Aku pernah diposisi itu sampai sekarang, cuma ya bijak-bijak aja. Bijak ini yang sulit, karena dengan catatan keluarga pun bisa memahami (resiko profesi). Kadang-kadang pun keluarga nggak mau tahu, jadi akhirnya konfliklah si individu ini antara dijutekin sama keluarga atau milih jutekin fans," tukas Tika Bisono, psikolog yang juga pernah berprofesi sebagai penyayi.

Isyana Sarasvati. Ilustrasi publik figur. (Bambang E. Ros/bintang.com)

Lebih lanjut, ia menyarankan untuk bisa lebih pintar menyiasati berbagai resiko pekerjaan yang mungkin akan dihadapi, salah satunya masalah dengan penggemar. "Kalau fans marah? Itu memang resiko, jadi sebenarnya bisa disiasati lagi lah. Sekarang zamannya socmed (social media). Bisa bicara, minta maafnya tuh lewat socmed, dalam konteks insiden kemarin. Misalnya maaf lagi pening banget, atau apalah. Ngomong yang terus terang," tuturnya.

Selain itu, cara lain untuk menyiasati kekecewaan fans yang mungkin akan muncul, bisa dilakukan dengan prediksi situasi dan kondisi. Kalau misalnya kamu tahu acara yang kamu dihadiri itu dipenuhi banyak penggemar, dan takut tak bisa melayani dengan baik dan maksimal lebih baik kamu utarakan lebih awal.

Raisa. Ilustrasi publik figur. (Deki Prayoga/Bintang.com)

"Kasih tahu didepan bahwa bakal runyam nih, tapi kasih tahu di depan. Runyamnya itu sudah terprediksi. Siapa bilang semua akan baik-baik saja? Nggak," sarannya.

"Jadi di sini kita harus belajar jadi publik figur yang bisa melayani yang harus dilayani, baik keluarga maupun penggemar atau klien. Ya kadang tarik-tarikan, seolah-olah mereka semua mau kita di waktu yang sama, itu sering terjadi. Akhirnya salah satunya suka ada yang baper (bawa perasaan), ngambek, ya kita minta maaf aja karena memang salah schedulling. Toh dititik kita minta maaf itu tetap mereka yang butuh kita kok," tutup Tika Bisono.

;
Loading