Sukses

Lifestyle

Produksi Jepang, Pelembab Bibir Sandiaga Uno Tak Ada Label Halal?

Fimela.com, Jakarta Pelembab bibir dengan merek Mentholatum Medicated Lip Stick tengah menarik perhatian pubik Indonesia, setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengenakannya di tengah sesi wawancara dengan wartawan, kemarin (13/12/2017). Atas aksi tersebut, kini tak hanya Sandiaga yang jadi perhatian, kehalalan produk pelembab bibir itu pun kini jadi pertanyaan.

Ya, saat melihat kemasan pelembab bibir yang digunakan Sandiaga Uno, kamu memang tak akan menemukan label halal di sana. Namun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat lip balm tersebut termasuk bahan yang aman untuk digunakan.

Melansir laman Japan Trend Shop, pelembab bibir ini terbuat dari mentol, kamper, perasa, butylated hydroxytoluene yaitu pengawet yang masuk dalam kategori bahan aman dan juga digunakan sebagai pengawet makanan. Selain itu pelembab bibir ini  juga mengandung lanolin, obat dari kulit domba yang berfungsi melembabkan dan melembutkan kulit.

Selain kandungannya yang aman, pelembab bibir buatan Jepang ini pun telah banyak direkomendasikan orang untuk mengatasi masalah bibir seperti kering dan pecah-pecah. Selain itu, pelembab bibir ini juga menjadi salah satu lip balm favorit lho karena khasiatnya yang ampuh mengatasi masalah bibir tersebut.

"Lip balm ini luar biasa. Saya menemukan lip balm ini beberapa bulan yang lalu dan sudah membeli banyak. Bibirku selalu pecah-pecah. Saya sudah mencoba berbagai merek dan ini yang paling efektif. Kalau kamu punya masalah dengan bibir pecah-pecah, kamu harus benar-benar mencobanya," tulis David F di kolom komentar sebuah situs belanja online luar negeri yang menjual produk pelembab bibir Mentholatum Medicated Lip Stick.

Terkait penggunaan lip balm, Sandiaga Uno mengakui bahwa dirinya sudah 1,5 bulan menggunakan pelembab bibir tersebut karena dirinya mengalami bibir kering dan pecah-pecah. "Sudah sekitar 1,5 bulan ini saya bawa lip balm karena kalau nggak, iritasi dan pecah-pecah karena kering," katanya.

Loading