Sukses

Lifestyle

Malas Pacaran, Ternyata Ini yang Bikin Nyaman HTS-an!

Bintang.com, Jakarta Banyak orang yang sangat membutuhkan sosok pacar di sisinya, tapi banyak juga yang merasa pacar itu nggak penting. Hmm, maksudnya, status pacaran yang nggak penting. Kehadiran sosoknya sih dinikmati, alias lebih suka HTS-an biar nggak terbebani komitmen.

Status pacaran memang berat bagi orang yang belum siap. Dengan adanya status, mereka seakan diberi kewajiban untuk menjaga hati juga menjaga perasaan pasangannya maupun perasaan dia sendiri. Sementara yang tanpa status, nikmati saja senang-senangnya. Kalau tiba di bagian jaga-menjaga, tinggal bilang "lho, memangnya kita ini apa?" karena memang nggak pacaran.

Di satu sisi, menjalin hubungan tanpa status memang terlihat seperti nggak adil. Apalagi kalau cuma sepihak yang menghindari status sementara yang satunya berharap status. Namun jika keduanya sama-sama penganut hubungan tanpa status, justru hubungan ini memberi kenyamanan lebih bagi mereka.

Status pacaran bagi sebagian orang adalah beban

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/John Schnobrich)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, status pacaran itu memang berat bagi orang yang belum siap untuk mengemban komitmen. Makanya, HTS-an adalah koentji agar tetap bisa sayang-sayangan seperti pacaran namun tanpa pusing mikirin ribetnya embel-embel status pacar.

Menjadi jomblo merupakan karunia yang patut disyukuri

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Andre Mendonca)

Mungkin dia melihat teman-temannya atau siapapun orang di sekitarnya, yang hidupnya sangat tersiksa karena dia terikat dalam sebuah hubungan bersama pasangannya. Hal itu jadi membuat dia jadi semakin yakin kalau terbebas dari status alias jomblo itu karunia yang patut disyukuri dengan cara dijaga. Dijaga kejombloannya.

Saking cintanya sama diri sendiri, mencari orang yang bisa mencintai dia sama besarnya itu susah

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Alexa Suter)

Orang yang enggan terikat status pacaran itu kemungkinan adalah orang yang sangat mencintai dirinya sendiri, lho. Secara nggak langsung dia jadi memasang standar yang tinggi, yang nggak banyak orang bisa memenuhi. Makanya, dia pun mencintai orang lain sekadarnya saja.

Banyak yang ingin dicapai, punya pacar dianggap cuma akan menghalangi jalannya

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Jadi jomblo seringkali dikaitkan dengan kebebasan. Tanpa ada pacar, dia nggak perlu ribet mikirin perasaan orang lain kalau dia berbuat sesuatu yang dia suka. Kalau punya pacar, bakal lain ceritanya.

Nggak pacaran dijamin bebas cemburu

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Jika suatu saat merasa cemburu pun, tinggal diingat-ingat saja kalau di antara mereka nggak ada status apa-apa supaya menghalau rasa cemburu tersebut. Begitu pula kalau dia yang dicemburui, dia bisa mengelak kalau dia nggak berkewajiban menjaga perasaan siapapun karena dia jomblo.

Tanpa terikat status, kenyaman dari sosok pasangan bisa tetap didapatkan

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/John Schnobrich)

Statusnya nggak, terikatnya nggak, melaksanakan kewajiban sebagai pacar juga nggak, tapi senangnya dan nyamannya bisa didapatkan. Gimana nggak enak, tuh, HTS-an?

Loading