Sukses

Lifestyle

Fakta Tentang Perselingkuhan yang Sebenarnya Umum Tapi Diabaikan

Fimela.com, Jakarta Membicarakan perselingkuhan memang nggak ada habisnya. Selalu ada kasus-kasus baru yang membuat kita membahas hal yang sama berulang-ulang kali, bahkan ketika yang mengalaminya adalah orang yang nggak kita kenal sama sekali seperti Bu Dendy.

Bu Dendy hanya satu dari sekian banyak kasus perselingkuhan yang muncul dalam hubungan, khususnya rumah tangga. Di luar sana masih ada banyak, cuma kejadiannya nggak terekam dan diviralkan di media sosial saja.

Sebenarnya, perlu nggak sih melabrak selingkuhan pasangan seperti yang dilakukan Bu Dendy terhadap selingkuhan suaminya--yang notabene merupakan temannya itu?

Untuk dibicarakan, jelas perlu. Tapi apa yang terjadi pada Bu Dendy itu terlihat emosi yang mendominasi. Permasalahan nggak akan selesai dengan cara demikian, jadi bisa dibilang apa yang dilakukannya sia-sia. Dia hanya mendapat popularitas, bukan solusi.

Mulailah penyelesaian kasus perselingkuhan itu dengan introspeksi diri sendiri, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi hubungan berdua dengan pasanganmu. Dalam penyelesaiannya, jangan abaikan faktor berikut ini;

1. Kadang perselingkuhan itu terjadi terang-terangan, tapi pasangannya membiarkan

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Ada lho orang yang tahu pasangannya berselingkuh, tapi memilih pura-pura nggak tahu alias diam saja karena takut menghadapi masalah besar dalam hubungannya. Tentu saja, itu adalah perbuatan bodoh yang akan menyakiti diri sendiri. Tapi memang nggak bisa dipungkiri kalau nggak semua orang pintar dan berani.

2. Perselingkuhan itu terjadi karena ada celah di antara pasangan, makanya orang ketiga itu mengisi

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Benjaminrobyn Jespersen)

Gambarannya begini, kalau kamu dan pasanganmu itu sangat "rapat", nggak akan ada celah di antara kalian yang bisa dimanfaatkan orang lain. Nah, orang ketiga itu bisa hadir karena memang antara kalian ada celah yang luput dari pengawasan. Dengan kata lain, kamu pun berperan dalam menghadirkan orang ketiga di antara kalian.

3. Kadang, seseorang selingkuh memang karena ingin putus dari pasangannya

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Ioana Casapu)

Kadang selingkuh bukan cuma pelarian sementara, tapi memang tujuan seseorang saat ia ingin lari dari pasangannya. Saat menyelesaikan masalah perselingkuhan, lihat dari sisi si yang berselingkuh, apa yang dia mau?

4. Perselingkuhan terjadi karena batasan yang seharusnya dijaga malah diabaikan

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Toa Heftiba)

Nggak jarang seseorang jadi berselingkuh karena dia mengabaikan batasan yang ada antara dirinya dengan orang lain yang akhirnya jadi selingkuhannya itu. Faktor nyaman adalah salah satu penyebabnya. Makanya kalau sudah tahu punya pasangan, baiknya memang sadar diri untuk nggak terlalu dekat sama lawan jenis lainnya, sih.

5. Hubungan baik-baik saja bukan berarti bebas dari perselingkuhan

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Nggak selalu yang berselingkuh itu hubungan yang rusak atau sedang berada dalam masalah. Yang baik-baik saja pun bisa didera isu perselingkuhan kalau nggak bisa menjaga komitmen. 

;
Loading