Sukses

Lifestyle

Saat Pacar Minta Putus Tapi Kamu Belum Terima, Begini Cara Hadapinya

Fimela.com, Jakarta Di mana-mana putus cinta itu pasti meninggalkan luka. Yang putus berdasar kesepakatan berdua saja sulit dijalani, apalagi yang putus karena permintaan salah satu pihak? Dalam kondisi seperti ini, semua beban dari putus hubungan seperti diserahkan ke yang ditinggalkan.

Keputusan seperti itu memang kurang bijak, tapi begitulah lika-liku asmara. Kadang yang mutusin secara sepihak nggak bermaksud menyakiti, tapi murni karena merasa sudah nggak bisa melanjutkannya lagi. Kadang, ada alasan lain--atau orang lain--yang membuatnya memilih meninggalkan semua yang dimiliki saat ini.

Meski sulit, pemakluman itu harus ada. Bukan pada keegoisan dia yang meninggalkanmu untuk yang lain; tapi untuk hidup dan segala macam kejutannya. Cara semesta menunjukkan kalau kalian nggak cocok bersama itu memang suka ada-ada saja. All you have to do is survive.

Kesulitan yang dirasa nggak akan bertahan lama kalau kamu nggak membiarkan dirimu terjebak berlarut-larut di dalamnya. Kendalikan pikiranmu! Lihatlah jauh ke depan, jangan stuck di masa kini dan kekacauan yang ada karena dia. Jangan pula melakukan sesuatu hal buruk pada dirimu.

Ingat, cuma kamu sendiri yang akan menanggung akibat dari perbuatanmu, dia nggak. Jadi untuk apa kamu melakukan hal-hal yang sekiranya merugikan? Hadapi dia dengan cara seperti di bawah ini ya. Stay positive!

 

1. Tenang, tenang, tenang!

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Tenang memang kunci utama untuk menghadapi situasi ini. Jangan langsung nangis meraung-raung apalagi sampai drama memohon supaya nggak diputusin, yang ada dia malah nggak bersimpatik sama kamu dan semakin ingin putus.

2. Tanyakan alasan kenapa dia minta putus

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Notavandal)

Permasalahan apa yang ada di antara kalian, dan tampak begitu besar hingga dia memilih untuk mengakhiri? Kamu perlu dan berhak tahu, tapi bicaralah setenang mungkin. Jangan sampai emosi membuat kamu mengeluarkan kalimat-kalimat negatif, ya.

3. Ambil jeda sejenak untuk sama-sama berpikir, sepakati untuk mendiskusikannya lagi nanti

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Andrew Ly)

Saat dia bilang putus mungkin memang bukan saat yang tepat untuk berdiskusi serius. Jadi, nggak ada salahnya kalau kamu dan dia mempersingkat obrolan itu. Dengan catatan: bicarakan lagi nanti saat kamu dan dia bisa berpikir lebih jernih. Sementara itu, introspeksi diri sendiri-sendiri saja dulu.

4. Kembalilah padanya dengan sebuah solusi

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Dari percakapan terakhir kalian mengenai apa permasalahan yang ada sampai kalian harus putus, kamu bisa menganalisa untuk mencari solusinya baik dari sisi kamu, sisi dia, maupun kerja sama antara kalian berdua. Sampaikan padanya bagaimana solusi itu bisa bekerja memperbaiki keadaan kalian.

5. Dia tetap nggak bisa? Tanyakan perasaannya padamu

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Manuel Meurisse)

Jangan-jangan dia mau putus simply karena sudah nggak cinta saja, makanya masalah kecil jadi besar, solusi mudah jadi susah. Ini bukan cuma soal kesalahan apa yang terjadi kemarin, tapi juga bagaimana niat di dalam hati dia ke depannya. Well, mungkin dia memang mau putus.

6. Kuat lah, setidaknya di hadapan dia

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Sakit hati itu pasti, sedih apalagi. Kalau kamu bisa menangis meraung-raung lalu dia kembali; pasti kamu lakukan. Tapi kan kenyataannya nggak seperti itu. Diajak bicara baik-baik saja nggak bisa mengubah apa-apa. Ya sudah, terima bahwa ini jalannya. Kamu harus kuat kalau di depan dia, meski itu cuma pura-pura. Pokoknya, jangan tunjukkan kesedihanmu.

7. Lanjutkan hidup!

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Julian Santa Ana)

Dia saja bisa tanpa kamu, kenapa kamu nggak bisa? Kalau kalian memang ditakdirkan bersama, kalian akan butuh kehadiran satu sama lain di sisi. Nggak akan seperti ini. Makanya, setelah berbagai cara kamu upayakan tapi dia tetap nggak acuh dengan kelanjutan hubungan kalian, hal terbaik yang bisa kamu lakukan dan kamu berikan untuk dirimu adalah dengan melanjutkan hidup. Cari kesenangan baru, bahkan yang membuatmu lebih senang dari sebelumnya. Tinggalkan kenangan tentang dia. Buktikan pada dirimu sendiri bahwa putus sama dia nggak berpengaruh apapun bagi hidupmu kecuali membuat kamu lebih bahagia

;
Loading