Sukses

Lifestyle

Hari Perempuan Internasional: 3 Pilot Wanita Berbicara Soal Kariernya di Industri Penerbangan

Bintang.com, Jakarta Selamat Hari Perempuan Internasional! Banyak banget perempuan menginspirasi yang ada di dunia ini, termasuk ke empat pilot perempuan ini. Meskipun jumlah pilot perempuan masih sangat sedikit, namun tak bisa dimungkiri kalau wanita telah bekerja di industri penerbangan di seluruh dunia sejak awal perjalanannya di udara.

Namun dulu pekerjaan para perempuan dalam dunia penerbangan hanya terbatas pada ‘non-flying’ seperti pramugari, pelatih simulasi penerbangan dan pengendalian lalu lintas udara. Tapi, harus diakui bahwa saat ini perempuan yang bekerja sebagai pilot meningkat secara signifikan.

Kira-kira seperti apa kesan-kesan para perempuan yang berhasil menjadi pilot? memperingati Hari Perempuan Internasional, Independent.co.uk berbincang dengan empat orang perempuan yang bekerja sebagai pilot. Dan di bawah ini adalah perbincangannya:

1. Jessica Sundquist: 787 Dreamliner Captain di Norwegia

Dulu Jessica pernah mengakatan kalau mau sukses maka kamu harus “menyingkirkan kewanitaan kamu”. Dan sekarang ini ia mengatakan bahwa dia tidak harus melakukannya, meskipun ia harus tetap menyesuaikan diri supaya tidak dikenal sebagai “seorang gadis”.

Di Hari Perempuan Internasional ia menyadari bahwa saat ini banyak wanita yang telah bergabung di industri penerbangan dengan menjadi pilot atau sebagainya. “Meskipun bekerja keras untuk sampai ke tempat saya saat ini sebagai kapten di salah satu maskapai paling modern dan menarik, industri ini masih memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memberi perempuan lebih banyak kesempatan.”

2 dari 3 halaman

2. Joanna Riggs: A380 First Officer di British Airwash

Awalnya Joanna memang tak pernah bermimpi menjadi seorang pilot atau berkarier di dunia penerbangan. “Sebagai awak kabin di usia awal dua puluhan, saya dengan cepat menjadi terpikat dengan industry penerbangan,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa memasuki profesi yang didominasi oleh laki-laki bukanlah hal yang menakutkan. Tapi dia merasa sangat beruntung memiliki dua wanita lain (rekannya) dalam perjalanannya. Namun ia mengaku bahwa beberapa penumpang terkejut saat mereka melihat pilot perempuan.

3 dari 3 halaman

3. Lucy Tardrew, Boeing 747 Captain di Virgin Atlantic

Lucy Tardrew mengaku selalu ingin bergabung dengan RAF, tapi tidak pernah diizinkan karena “mereka sama sekali tidak mengambil anak perempuan.”

Menjadi pilot perempuan, Tardrew mengaku ia tak pernah mendapatkan diskriminasi apapun. “Dari perspektif saya, jika kamu yakin dan kamu dapat melakukan pekerjaan itu, kamu adalah seorang pilot. Tidak masalah apakah kamu laki-laki atau perempuan.”

Loading
Artikel Selanjutnya
Millendaru Dicibir Jadi Pembicara di Hari Perempuan Internasional
Artikel Selanjutnya
Meriahnya Perayaan International Womens Day di Seluruh Dunia