Sukses

Lifestyle

Gara-gara Kentut di Kelas, Murid Ini Diminta Bikin Surat Permohonan Maaf

Bintang.com, Jakarta Menahan kentut memang bukan hal yang mudah, hal itu pun sangat tidak dianjurkan karena berbahaya untuk kesehatan kalau dilakukan secara terus menerus. Namun nggak ada salahnya kok kamu mengeluarkan kentutmu selama tahu tempat dan tahu diri.

Maksudnya begini, kalau kamu buang kentut sembarangan di tempat umum, yang ada suaranya malah bikin emosi. Meskipun bisa pura-pura mengaku kalau kamu bukan pelakunya, bau kentut yang nggak bersuara itu lebih mematikan. Karena itu kentut juga harus dikeluarkan dengan sopan dan bertanggung jawab.

Seperti yang dialami seorang murid dari perfektur Tochigi, Jepang yang mendapat hukuman dari gurunya karena kentut di kelas. Sang guru pun meminta murid tadi untuk segera menulis surat permintaan maaf yang juga memuat janji di mana ia akan kentut di toilet saat waktu istirahat tiba.

Dalam surat permintaan maaf tersebut, murid tadi juga menuliskan kalau ia siap untuk lari keliling lapangan sekolahnya jika melanggar janji tersebut. Cuma nggak dituliskan apakah dia boleh kentut sambil mengelilingi lapangan atau tidak. Surat permintaan maaf itu sendiri ditulis pada bulan Juni tahun lalu sampai pada bulan ini (waktu aktif sekolah di Jepang biasanya selesai di akhir bulan Maret).

Namun seperti dilansir dari Soranews24, murid tadi sebenarnya nggak bermaksud untuk melawan kedisiplinan dengan kentut dan mendapat perhatian dari seisi kelas. Terlebih lagi, insiden itu terjadi di sekolah dengan kebutuhan khusus, di mana orang-orang berharap pendidik bisa lebih akomodatif terhadap perilaku di antara murid-murid mereka.

Apalagi kalau memaksa seorang siswa untuk menunggu waktu istirahat berikutnya, bukannya nggak mungkin suara kentutnya keluar dengan suara kencang seperti letusan bom. Beruntung sampai sekarang murid tadi dilaporkan tidak pernah kentut lagi di kelas.

Dalam surat permintaan maaf tersebut, murid tadi juga menuliskan kalau ia siap untuk lari keliling lapangan sekolahnya jika melanggar janji tersebut. Cuma nggak dituliskan apakah dia boleh kentut sambil mengelilingi lapangan atau tidak. Surat permintaan maaf itu sendiri ditulis pada bulan Juni tahun lalu sampai pada bulan ini (waktu aktif sekolah di Jepang biasanya selesai di akhir bulan Maret).

Namun seperti dilansir dari Soranews24, murid tadi sebenarnya nggak bermaksud untuk melawan kedisiplinan dengan kentut dan mendapat perhatian dari seisi kelas. Terlebih lagi, insiden itu terjadi di sekolah dengan kebutuhan khusus, di mana orang-orang berharap pendidik bisa lebih akomodatif terhadap perilaku di antara murid-murid mereka.

Sepertinya memaksa seorang untuk menahan kentut di waktu istirahat berikutnya, bukan ide yang baik ya. Beruntung sampai sekarang murid tadi dilaporkan tidak pernah kentut lagi di kelas.

 

Penulis: Natanael Sepaya

Sumber: Kapanlagi.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Mau Kapanlagi Korea Mempromosikan Resto atau Cafe Kamu? Daftar Langsung ke Sini