Sukses

Lifestyle

Obrolan Malam: HPV, Cinta, dan Kehidupan Seks Rumah Tangga

Bintang.com, Jakarta Seks dalam kehidupan rumah tangga tentu saja sudah menjadi 'rutinitas' yang tetap harus hidup meskipun sudah repot karena banyak urusan rumah tangga dan pekerjaan lain. Seks, dalam hubungan rumah tangga, dianggap sangat aman dan kamu nggak perlu pusing dengan berbagai ancaman. 

Terutama, ancaman penyakit seks menular yang bikin bulu kuduk cewek tangguh mana pun bergidik. Memang, penyakit ini ada yang bisa disembuh. Tapi, ada juga yang nggak. Yang gini-gini, nih, yang bikin ngeri semua orang. 

Pernikahan lantas dianggap sebagai jaminan keselamatan kesehatan vaginamu. Padahal, pernikahan nggak selalu bisa membebaskan cewek dari penyakit seks menular. 

Yep! Salah satunya HPV. Human Paviloma Virus ini yang bisa menyebabkan timbulnya kanker seviks. Kanker yang menjadi salah satu penyakit ganas, bahkan masuk daftar pembunuh paling berbahaya di dunia kaum Hawa. 

Kalau tahu fakta yang satu ini, kamu pun bisa bergidik lebih ngeri lagi. Soalnya, menurut he Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hampir 80 juta orang terinfeksi HPV di Amerika Serikat. Saking banyaknya, HPV dinobatkan sebagai STI yang paling sering ditemukan di Negeri Paman Sam ini. 

Masalahnya, seperti tertimpa sebuah aib yang luar biasa, banyak cewek di sana yang nggak mau buka mulut soal diagnosa dokter; kalau mereka teinfeksi HPV. 

Mereka menganggap terinfeksi virus ini sangat memalukan. Akhirnya, mereka jadi nggak mendapatkan treatment yang baik, cepat, dan tepat. Padahal, penyakit ini, pada mulanya nggak terlalu berbahaya. 

HPV Awalnya Bisa Sembuh Sendiri

Jadi gini, dilansir dari Bustle, imun tubuhmu bisa menghilangkan infeksi HPV sebelum akhirnya virus itu menciptakan 'kutil.' Tapi sebenarnya, nggak semua cewek dengan HPV memiliki kutil dalam vagina. Jadi, efeknya setelah terjadi infeksi akan berbeda-beda, tergantung dari tipe HPV. 

Jadi, pada kebanyakan kasus, infeksi lantaran HPV ini bisa hilang begitu saja. Biasanya, virus bisa bersarang selama 4-20 bulan. Dan kebanyakan, HPV akan hilang dalam waktu 2 tahun. Hilang sendiri, ya, nggak diapa-apain. 

Tapi masalahnya, nggak semua HPV hilang begitu saja. Sebagian virus HPV bisa bertahan di dalam tubuh seseorang dan menyebabkan infeksi yang sangat serius, sehingga menimbulkan masalah lain yang bukan cuma parah, tapi juga mematikan. Seperti kanker serviks. 

 

Cewek yang Sudah Menikah dan Setia Juga Bisa Terkena

Bukannya menakut-nakuti. Tapi HPV bisa bersarang di tubuh cewek mana pun. Bahkan di tubuh kaum Adam. Bukan cuma mereka yang doyan seks bebas, tapi juga HPV bisa menular kepada mereka yang setia dan sudah menikah. 

Seks memang menjadi perantara termudah virus ini untuk pindah dari tubuh satu ke tubuh lainnya. HPV bisa menular dari kulit ke kulit. Kulit vagina dan sekitar dubur tepatnya. 

Bisa pindah lewat penetrasi, bisa juga pindah lewat seks oral. Nah, terus, kenapa orang yang setia juga bisa terkena? Karena virus ini bisa tersebar lewat kulit itu tadi. 

Jadi, kalau virus itu menempel pada kasur, handuk, dan juga WC duduk, virus bisa pindah ke tubuh orang lain. Seorang ibu rumah tangga, di Amerika Serikat, mengaku kepada Bustle kalau dia memiliki HPV. 

Tapi HPV sama sekali tidak mengurangi rasa cintanya kepada keluarga dan suami. Bahkan, infeksi ini nggak sama sekali mengubah kehidupan seksnya dengan suami. 

"Yang penting jujur dengan diri sendiri. Dengan dokter. Dengan suami. Saat saya bilang kepada suami, dan dokter juga bantu jelaskan kalau HPV bisa menular bukan cuma lewat seks, suami saya akhirnya mengerti dan menerima saya kembali. Kehidupan seks saya dengannya pun tak pernah berubah. Selalu panas dan inilah yang membuat keluarga kami tetap utuh," kata ibu rumah tangga yang tak disebutkan namanya. 

Jadi, jangan lupa untuk melakukan seks aman dengan pengaman, ketika kamu sudah mengetahui adanya HPV dalam tubuh. Jangan panik, karena dokter akan memberikan banyak arahan. Selain itu, jangan tunggu hingga HPV menjadi parah. Semakin awal, semakin mudah untuk ditangani.  

Loading