Sukses

Lifestyle

"Don't Be Stupid", the off air version at FIMELAFEST

2 dari 6 halaman

Next

suasana

Jakarta Bertepatan dengan acara ulang tahun FIMELA.com yang pertama dan dalam rangkaian ajang FimelaFest yang bertujuan untuk women empowerment, FIMELA.com bekerja sama dengan Dove mengadakan sebuah acara talkshow yang mengangkat tema Don�t Be Stupid: Know What�s On His Mind untuk mengupas berbagai topik seputar hubungan percintaan dari kacamata laki-laki.

Pada hari Sabtu, 26 November 2011 kemarin, talkshow yang dipandu oleh presenter sekaligus Fimelista Indy Barends berlangsung dengan sangat interaktif, informatif dan menghibur karena pengupasan cara berpikir laki-laki dilakukan secara tuntas dalam balutan gaya seru dan lucu khas Indy.

Ketiga narasumber yang menjadi bahan �sasaran� Indy adalah Surya Saputra (pemain film), Tities Sapoetra (pemain film & televisi) dan Dr. Tompi (penyanyi sekaligus dokter bedah plastik). Komentar dari Surya Saputra yang sudah cukup banyak pengalaman dalam percintaan, dipadu dengan pandangan dari Tities Sapoetra yang mewakili suara para laki-laki lajang, serta penyanyi Tompi yang sudah membina hubungan rumah tangganya selama lima tahun, membuat para hadirin seperti �terbuka� matanya.

Talkshow yang dibuka dengan music performance dari Febrian kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan berikut dari Indy "Siapa perempuan yang belum pernah disakiti oleh laki-laki?"

Dari sedemikian banyak pengunjung yang hadir di Atrium East Mall Level One, Grand Indonesia, tidak ada satupun yang mengacungkan jari. Ini berarti semua perempuan yang sudah cukup dewasa secara usia umumnya pernah merasa kecewa. Indy langsung menebak bahwa ini adalah akibat cara berpikir perempuan  yang berbeda dengan laki-laki. Ia lantas bertanya kepada para narasumber apakah keramahan dan perhatian mereka sering disalah-artikan oleh para perempuan sebagai rasa tertarik. 

3 dari 6 halaman

Next

Surya Saputra

Menurut Surya yang memang memiliki pembawaan charming dan gentleman, banyak perempuan yang sering menyalah-artikan kebaikannya. Padahal Surya memang baik terhadap siapa saja namun dengan catatan bahwa perhatian ekstra spesial hanya diberikan untuk sang istri, Cynthia Lamusu. Tities serta Tompi juga tidak luput dari masalah salah kaprah tersebut. Pembawaan diri Tompi yang memang ramah dan humoris sering disalah-artikan oleh para pasiennya sehingga Tompi akhirnya menyadari kalau ia harus menciptakan batasan-batasan seperti tidak berduaan di dalam ruangan dengan pasiennya.

Indy kemudian mengorek lebih jauh apakah laki-laki yang memang suka flirty ataukah para perempuan yang sering salah mengartikan.

Bagi ketiganya, setiap laki-laki memiliki pembawaan yang berbeda. Beberapa mungkin memang pada dasarnya suka tebar pesona, yang lain mungkin hanya iseng tanpa maksud serius. �Karena itu, perempuan harus pandai membaca sinyal apakah si laki-laki memang memperlakukan kalian seperti pada semua teman perempuannya, ataukah ia memberikan perhatian yang sifatnya personal dan ditujukan hanya kepada kamu. Dan, walaupun ia memberikan perhatian yang sifatnya lebih pun kalian sebagai perempuan lebih baik jangan GR dulu. Jangan terlalu cepat memasukkan segala sesuatu ke hati karena seorang laki-laki yang serius akan menyampaikan maksud dan perasaannya secara langsung. Sebelum seorang laki-laki menyatakan rasa tertarik, anggap saja hanya berteman biasa. Dengan begitu, perempuan akan menciptakan benteng diri sehingga tidak gampang jatuh, tergoda dan kemudian dipatahkan hatinya oleh laki-laki yang tidak memiliki niatan serius,� jelas Surya secara panjang lebar yang langsung didukung dengan anggukan kepala dari Tities dan Tompi.

Berdasarkan hasil diskusi tersebut, Indy lantas menyimpulkan kepada para hadirin kalau para perempuan lah yang harus pandai membaca situasi dan tidak boleh mudah terbuai.

4 dari 6 halaman

Next

Indy

Indy kemudian melemparkan pertanyaan berikutnya, tentang apa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh perempuan dalam sebuah hubungan.

Ketiga narasumber ini serentak setuju kalau perempuan sering berbasa-basi dan tidak jujur dalam mengemukakan keinginannya sehingga membuat para laki-laki bingung. Misalnya, istri Tompi mengatakan kalau ia tidak perlu dijemput namun kemudian lantas marah saat Tompi tidak menjemputnya. �Kalau memang ingin dijemput ya bilang saja, nggak perlu gengsi,� ujar Tompi membagi cerita.

Selain itu, laki-laki ternyata tidak menyukai perempuan yang sering menangis karena mereka merasa dimanipulasi dengan tangisan. Mungkin sekali-kali wajar tetapi kalau setiap kali tangisan digunakan sebagai senjata mereka justru akan merasa kesal dan hal ini bisa menjadi sebuah bumerang.

Tetapi, dua hal itu bukanlah dianggap kesalahan besar dibandingkan sifat yang posesif. Tompi memberikan saran bahwa perempuan harus bisa percaya kepada pasangan dan jangan terlalu posesif. �Laki-laki pada dasarnya tidak suka terlalu banyak ditanya-tanya karena memberi kesan kalau pasangannya tidak percaya.� Contohnya, lebih baik memberi pesan "Jangan lupa makan siang," daripada bertanya, "Kamu sudah makan belum?"

Mereka juga satu suara menyatakan kalau segala sesuatu yang sudah merupakan rutinitas seperti kegiatan mereka saat jam kerja rasanya tidak perlu ditanyakan oleh pasangan. Walaupun para perempuan melakukan hal tersebut karena perhatian dan bukan bermaksud untuk menjadi posesif, para laki-laki merasa segala pertanyaan itu seperti memantau mereka. "Kalau sama perempuan yang posesif, percuma saja berhubungan. Lebih baik langsung selesai (putus) saja," kata Surya yang mengaku pernah mengalami hal tersebut.  

 

5 dari 6 halaman

Next

Tities Sapoetra

Pembicaraan kemudian dilanjutkan pada tahap hubungan yang sudah cukup lama dijalani namun si laki-laki belum juga mengungkapkan keinginannya untuk menikah. Biasanya, para perempuan umumnya jadi khawatir namun tidak tahu bagaimana harus bersikap saat pasangannya tidak juga membicarakan mengenai pernikahan.

Tompi dan Tities merasa bahwa pembicaraan perihal pernikahan sebaiknya dimulai oleh si laki-laki. Mengapa? Karena laki-laki sudah digariskan sebagai �pemimpin� yang akan membawa hubungan ke tahap berikutnya, baik itu di awal masa PDKT sampai soal pernikahan.

Namun, terkadang saat hubungan sudah berlangsung lama dan si laki-laki telah merasa nyaman di dalam hubungan, mereka bisa terlena sehingga tidak terpikir untuk membawa hubungan tersebut ke tahap yang berikutnya. Di saat seperti ini, Surya merasa sah-sah saja untuk si perempuan menanyakan soal pernikahan.

�Jadi, seorang perempuan boleh memberikan ultimatum apabila tidak juga dinikahi oleh pasangannya?� Tanya Indy.

Menurut Surya, Jika pasangan ditanya mengenai komitmen lantas kabur, bisa jadi dia memang bukan orang yang tepat untukmu. Yang bisa kamu lakukan adalah cukup dengan memberi tahu ekspektasi kamu kepada pasangan dan kemudian buatlah sebuah batas waktu di dalam diri kamu sendiri sampai kapan kamu bersedia untuk menunggu sampai dinikahi. �Leave, if he doesn�t give it (marriage) to you,� sarannya tegas. 

Surya, Tities dan Tompi semuanya serempak mengatakan bahwa seorang laki-laki pasti tahu apa yang mereka cari. Apabila mereka mencintai pasangannya, mereka pasti memiliki sebuah tujuan untuk membawa hubungan tersebut ke tahap berikutnya (pernikahan).

 

6 dari 6 halaman

Next

tompi

Walaupun obrolan seru selama 2 jam tersebut harus berakhir namun memberikan dampak yang besar. Para hadirin merasa sangat terbantu dengan adanya talkshow ini. �Bagus sekali acaranya,� komentar Ruth, salah satu penonton talkshow. Ia mengungkapkan bahwa kini ia jadi lebih tahu bagaimana isi pikiran laki-laki soal hubungan. Mian, pengunjung lain bahkan merasa bahwa talkshow seperti ini perlu lebih sering diadakan untuk membahas topik-topik lain yang belum dibahas dari kacamata laki-laki.

Ternyata, tidak hanya para perempuan saja yang mendapatkan banyak pelajaran. Seorang Surya Saputra yang sudah berpengalaman dalam hal relationship pun merasa pikirannya semakin terbuka mengenai perempuan dan relationship. Tompi juga memberikan komentar yang senada, dan sangat mendukung acara seperti ini karena selain membuka wawasan banyak orang juga mencerdaskan bangsa. �FimelaFest is a brilliant idea. Sukses terus Fimela.com!� katanya sambil mengacungkan jempol.

Loading
Artikel Selanjutnya
Raih Kesempurnaan Karir, Keuangan, dan Penampilan!
Artikel Selanjutnya
Pasti Senang dan Tambah Ilmu di FIMELAFest